Fakta Mengejutkan Dibalik Kebiasaan Seseorang Memotret Makanan di Medsos

03-07-2017 05:07:15 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Jejaring sosial semisal Facebook, Twitter, Instagram, Path, dll menjadi pilihan seseorang berbagi momen dan cerita. Salah satu hal yang paling banyak diunggah adalah potret atau gambar makanan seolah bukan hanya rasa tapi juga estetika dan keunikan penyajian makanan menjadi hal penting seseorang memilih dimana mereka akan memilih tempat makan.

Kebiasaan seseorang memotret makanan dan membagikannya di media sosial ternyata mengandung sejumlah fakta menarik yang mungkin tidak kalian ketahui. Lalu apa saja faktanya,? monggo dibaca.

Gabriella Petrick, seorang profesor studi gizi dan makanan di Universitas George Mason menyebutkan salah satu alasannya seperti otak akan bereaksi seperti bilangan prima pada makanan. Maksudnya, ketika seseorang berpikir tentang melemparkan bola bisbol, maka otaknya akan bereaksi seperti benar-benar melempar bola bisbol.

Maka, ketika kita makan sesuatu, bagian yang berbeda dari otak menyala dengan cara yang berbeda. Kebiasaan memotret makanan tidak hanya mengenai rasa. Dengan kebiasaan memotret makanan, seseorang akan meningkatkan fungsi penglihatan, pendengaran, dan banyak hal yang berbeda sebagaimana bagian otak yang bangun ketika menghadapi makanan.

Sementara Pada tahun 2013, psikiater Valerie Taylor menyampaikan presentasi di Summit Obesitas Kanada. Beliau menyatakan alasan bahwa kebiasaan memotret makanan dan memajangnya di media sosial adalah tanda hubungan yang teratur dengan makanan.

Fakta lainnya, Richard Magee seorang profesor bahasa Inggris di Sacred Heart University yang telah mempelajari mengenai penulisan makanan, menyebutkan hal itu memiliki aspek performatif. Seseorang akan rela melakukan perjalanan berkilo-kilo meter demi sepotogong cupcake untuk dipotret. Foto-foto makanan itu menarik karena makanan itu sendiri menyentuh kebutuhan mendasar manusia.

Studi pada 2012 yang dilakukan oleh tim dari University of Southern California mengungkap kalau sering melihat foto makanan di internet akan merangsang otak untuk makan secara berlebihan. Beberapa restoran bahkan ada yang menerapkan peraturan kalau makanan tidak boleh difoto dan diunggah ke media sosial.