Sejarah Peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia Setiap 26 Juni

26-06-2017 09:06:35 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Masih dalam suasana Idul Fitri, hari ini 26 Juni 2017, selain merayakan hari Idul Fitri, masyarakat di seluruh dunia juga memperingati "Hari Anti Narkoba Internasional". Hari Anti Narkoba Internasional yang didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1987.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berjuang melawan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan obat ilegal. Selain itu, tujuan Utama Hari Anti Narkoba Internasional didirikan untuk memperkuat aksi dan kerjasama di semua tingkatan untuk membangun masyarakat internasional agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Peringatan ini dimulai pada 26 Juni 1988. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengungkapan kasus Lin Zexu berupa perdagangan opium di Humen, Guangdong, sebelum Perang Opium. Pencanangan tersebut berupa dikeluarkannya resolusi PBB 42/112 pada 7 Desember 1987.

Lin Zexu (30 Agustus 1785-22 November 1851) adalah pejabat jujur yang hidup pada masa Kaisar Daoguang dari Dinasti Qing. Dia juga seorang filsuf, ahli kaligrafi dan penyair. Ia terkenal akan perjuangannya menentang perdagangan opium di Tiongkok oleh bangsa-bangsa asing. Melihat negara semakin terpuruk karena harta negara terus mengalir ke Inggris untuk membeli obat terlarang itu dan kondisi bangsanya yang menyedihkan karena ketergantungan akan opium, Lin bertekad menumpas obat terlarang tersebut. Usahanya ini pada akhirnya memicu Perang Candu antara Tiongkok dan Inggris.

Menurut United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), sekitar 200 juta orang menggunakan obat-obatan terlarang seperti kokain, ganja, halusinogen, dan opiat di seluruh dunia. Penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan terlarang (narkoba) tersebut merupakan kejahatan di masyarakat. Selain itu, timbul permasalahan yang lebih besar terhadap sosial, ekonomi, dan politik yang juga berpengaruh terhadap pembangunan negara.