Seperti Apa Hukum Takbir "Malam Takbiran" Menurut Pandangan Ulama?

24-06-2017 05:06:04 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Menurut kamus Wikipedia, Takbiran di Indonesia merujuk pada aktivitas pemeluk agama Islam yakni mengucapkan kalimat takbir (Allahu Akbar) secara bersama-sama. Lebih spesifik lagi, aktivitas ini merujuk pada aktivitas perayaan mereka pada malam hari dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan dengan melakukan pawai di jalanan, kadang-kadang sambil membawa beduk dan obor.

Takbir adalah kalimat "Allahu Akbar" yang berarti "Allah Maha Besar" dan bermaksud mengagungkan Asma Allah SWT. Kapan takbir dilakukan, menjelang Idul Fitri atau lebaran usai puasa Ramadan?

Seperti dikutip dari Tribunnews, seperti apa hukumnya "Malam Takbiran", yakni bertakbir di malam 1 Syawal atau malam sebelum Shalat Id ? Ada dua pendapat. Pertama, boleh, karena tidak ada larangan. Kedua, tidak boleh karena tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW.

An-Nawawi as-Syafii dalam Al Majmu 5/48 mengatakan, “Pendapat mayoritas ulama adalah tidak ada takbiran saat malam Id. Takbiran hanya dilakukan saat berangkat menuju tempat shalat Id”. 

Contoh dari Nabi Saw, "takbiran" atau mengucapkan kalimat takbir dilakukan dalam perjalanan menuju tempat shalat Id, bukan malam hari sebelum hari lebaran. Yang pasti, mengagungkan Asma Allah (takbir) usai Ramadhan diperintahkan dalam Al-Quran:

"Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 185). Ayat ini menjelaskan, ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadlan, maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir. Atas dasar ayat tersebut, sebagian ulama membolehkan takbiran di masjid atau "malam takbiran".

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am menjelaskan hukum melakukan takbir pada malam menjelang Idul Fitri adalah sunah. Masyarakat dapat melakukannya baik sendiri maupun bersama-sama di mana saja, baik di rumah maupun di jalan.

"Takbir di malam Idul Fitri hukumnya sunah bagi setiap muslim. Takbir dapat dilaksanakan dengan sendiri maupun berjemaah. Dapat dilaksanakan di rumah, di masjid, di musala, maupun di jalan. Bisa dilaksanakan dengan duduk berdiam diri, berjalan, maupun berkendara,"