Lebaran Identik Dengan Tunjangan Hari Raya (THR), Ini Awal Mula Istilah THR Ada

21-06-2017 12:06:16 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Saat Lebaran atau menjelang Idul Fitri banyak orang selalu menantikan hal yang satu ini, yaitu THR (tunjangan hari raya) terlebih bagi mereka yang bekerja. Karena pemerintah melalui Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sudah mengatur mengenai THR ini. Tetapi tahukah JV Readers siapa orang yang pertama kali memperkenalkan istilah THR ini?

Adalah sosok seorang Soekiman Wirdjosandjojo yang pada tahun 1951/1952 menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia yang ke 6 pada pemerintahan Presiden Soekarno (Wikipedia). Soekiman yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri RI saat itu, mengusulkan ide pemberian THR kepada kabinet yang dipimpinnya. Saat itu Soekiman mengusulkan THR untuk diberikan kepada para Pamong Praja dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mensejahterakan mereka.

THR memang merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu menjelang Lebaran tiba oleh banyak orang. Namun kenapa THR identik dengan lebaran? Hal ini dikarenakan hampir 80% penduduk Indonesia memeluk agama Islam yang merayakan Idul Fitri sebagai salah satu Hari Raya Keagamaannya. Selain melaksanakan ibadah liburan lebaran juga digunakan sebagai sarana berkumpul keluarga.

Sebenarnya selain Lebaran ada juga yang menantikan THR yang dibagikan saat Natal tiba, yaitu bagi mereka yang beragama non muslim atau umat Kristiani. Terlepas dari waktu pembagiannya, THR adalah salah satu bentuk kepedulian dari Soekiman Wirdjosandjojo yang hingga kini tetap dinikmati oleh para pekerja dari Instansi pemerintah maupun swasta.