Apresiasi BKKBN untuk Marcela Zalianty dkk

19-06-2017 04:06:34 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Beberapa tahun belakangan, Industri perfilman tanah air menunjukan tren yang positif, hal ini dibuktikan dengan lahirnya film-film karya sineas muda tanah air. Tak hanya menghadirkan jalan cerita yang menarik, para pegiat film juga diharapkan untuk mengedukasi masyarakat lewat karya-karya mereka, salah satunya adalah  terhadap program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Bertempat di CGV Blitz Grand Indonesia- Jakarta Selatan, BKKBN bersama sejumlah sineas muda tanah air yang antara lain Marcella Zalianty, Sutradara Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss, Anggi Umbara dan Anggota Dewan Kesenian Jakarta Komite Film, Agni Ariatama menggelar diskusi film maker gathering.

Artis cantik sekaligus Ketua Umum Persatuan Film Indonesia (PARFI) , Marcela Zalianty dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa medium film bisa dijadikan sebagai wadah edukasi untuk masyarakat luas. Ia berharap, perfilman Indonesia, juga bisa didukung secara penuh oleh pemerintah.

"Dengan inisiatif produser di indonesia, serta starategi untuk menjadikan tren dengan tujuan dan konsep yang sama, perfilman Indonesia bisa dimajukan. Salah satunya dengan konsep dan kerja sama dari BKKBN ini," 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty menyampaikan bahwa BKKBN sangat mengapresiasi dukungan para pegiat film dalam hal mengedukasi masyarakat. elain itu, Surya berharap agar melalui film dan ide kreatif, konsep keluarga berencana bisa diperkuat. Sehingga, masyarakat bisa lebih memahami arti dari keluarga berencana.
"Kalau masih berpikir banyak anak banyak rezeki, ya susah, karena ke depannya sudah enggak seperti itu. Pengertian KB juga harus diperbarui. Ini yang belum banyak dan perlu ditegaskan," kata Surya.

Surya berharap para sineas muda dapat ikut berperan aktif dalam menyukseskan Program KKBPK dengan cara memasukkan pesan 8 (delapan) fungsi keluarga di dalam setiap naskah maupun kisah film yang dibuat. Delapan fungsi keluarga tersebut meliputi (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi social budaya, (3) fungsi cinta kasih, (4) fungsi perlindungan, (5) fungsi reproduksi, (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, (7) fungsi ekonomi dan (8) fungsi pembinaan lingkungan.

Harapan kedua, para sineas harapkan dapat berperan dan mendukung BKKBN dalam Program Generasi Berencana (GenRe), dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga; bagaimana remaja dapat menghindari Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yaitu seks pranikah, pernikahan dini, dan napza; memahami dan menerapkan kedelapan fungsi keluarga, serta memiliki kecakapan hidup (fisik, mental, spiritual, kejuruan, kemampuan menghadapi kesulitan);

Ketiga, ikut serta dalam pembangunan karakter berbasis keluarga, terutama melaksanakan penanaman nilai-nilai Revolusi Mental berbasis keluarga karena pembangunan karakter dimulai di dalam keluarga, mulai dari pembinaan tumbuh kembang, penanaman nilai-nilai moral, dan pembentukan kepribadian; dan menjadi tempat belajar bagi anak dalam mengenal dirinya sebagai makhluk sosial dan pembentukan hati nurani. Dimana peran keluarga juga berperan sangat penting dalam pembangunan, upaya memantapkan ketahanan nasional hingga mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Surya  juga menambahkan, BKKBN membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Melalui ketetapan Undang-Undang (UU) Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, nomenklatur Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional berubah menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN). Payung hukum ini turut mengukuhkan KKBPK sebagai program andalan BKKBN.