Shinjuku Shabu, Sensasi Shabu No. 1 di Jepang

15-06-2017 06:06:31 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Belakangan, dunia kuliner di Indonesia berkembang begitu pesat.Ini ditandai dengan menjamurnya restoran-restoran di berbagai tempat yang menawarkan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan bercita rasa western hingga kudapan tradisional yang tampil kekinian.

Salah satu pilihan yang dapat menjadi referensi adalah makanan Jepang. Makanan Jepang belakangan memang populer di kalangan masyarakat Indonesia.Cita rasa yang menggugah selera namun tetap sehat membuat makanan Jepang mendapatkatempat di hatpecintakuliner.

Dan, inilah yang membuat Anton, Owner Shinjuku Shabuter besit membuka gerai shabu di Ancol Beach City G/27, Jakarta.“Saya hobi makan sekeluarga. Saya udah banyak mencoba makanan mulai  dari tradisional food, Indonesia food, western food, dan segala macem udah saya coba. Dan setelah kita bargain secara healthy,yang paling sehat itu makanan Jepang. Dari situlah akhirnya saya memutuskan untuk membuka Shinjuku Shabu,” ucapnya saat redaksi temui.

Hampir sama seperti restoran shabu sejenis, daging , aneka seafood, dan sayuran menjadi bahan makanan yang dicelupkan ke dalam air rebusan kuah. Hanya saja, di restoran berkapasitas 70 seat ini, kita disuguhkan 2 buah rasa kuah yaitu original dan spicy. “Ada 2 rasa, cuma orang Indonesia itu kan suka yang pedas, jadi yang spicy itu favorit di sini,” lanjutnya.

Cita rasa aneka jenis rempah-rempah memang terasa di kedua buah kuah. Namun, pada kuah spicy sensasi rempah dengan cita rasa yang sedikit pedas lebih terasa menggoyang lidah. Ditambah lagi dengan berbagai macam saus yang mampu menciptakan cita rasa yang berbeda sesuai selera.

Saus Jigoku Chiri misalnya. “Jigoku” yang dalam bahasa Jepang bermakna neraka, dan “Chiri” berarti cabai ini cocok untuk Anda pecinta pedas.Ada juga saus goma tare, dengan rasa manis, gurih. Atau saus ume yang terbuat dari buah ume atau buah plum dan campuran bawang putih. Rasanya pun cukup unik  dengan cita rasa asam, manis, dan asin yang berpadu menjadi satu.

“Dan kalau kita lihat dari bahan-bahannya itu ternyata punya manfaat lain. Kaya misalnya bawang putih, itu bisa menurunkan kadar koleksterol, darah tinggi, dan begitu pun yang lain. Jadi setiap  sausnya itu ternyata punya rasa yang berbeda kalo di mix. Fungsinya pun juga bereda,” ucap Anton.

Bagi pecinta shabu, mencapurkan satu saus dengan saus yang lainnya memang menjadi seni tersendiri. Anton pun mengaku, terkadang pengunjung lebih mengetahui cita rasa perpaduan antara saus satu dengan yang lainnya dibandingkan dirinya. Ia pernah dibuatkan saus dengan perpaduan ponzu, bawang putih dan beberapa saus lainnya.

“Dia kasih tau saya mix saus yang enak. Rasanya emang agak beda si. Dan dia bilang ke saya, nanti kamu pas udah makan ini, bakalan buang angin. Dan ternyata bener, setelah makan dan pas mau pulang itu jadi buang-buang angin. Jadi memang setiap saus juga punya cita rasa dan manfaatnya. Kayak saus ponzu misalnya yang bagus untuk kesehatan usus,” ucapnya.

No. 1 di Jepang

Jika melihat sepintas, tak ada yang istimewa dari Shinjuku Shabu. Dekorasi yang ditawarkan layaknya restoran shabu sejenis yang kerap menjadikan kayu sebagai dekorasi utama. Namun cita rasa yang di tawarkan Shinjuku Shabu inilah yang menjadi unggulan karena Anton “memboyongnya” langsung dari Jepang. “Memang  (francise) dari Jepang, lalu kita bawalah ke Indonesia. Dan kebutulan,  Shinjuku ini Shabu nomer 1 di Jepang, makanya kita tertarik untuk bawa ke Indonesia. ” ucapnya.

Untuk membawa Shinjuku ke Indonesia, Anton mengaku, harus melewati SOP (Standard Operating Procedure) yang diterapkan oleh Shinjuku Jepang. Bahan-bahan makan sangat diperhatikan. Baik daging ataupun sayuran misalnya, haruslah tersaji fresh. Begitupun dengan kuah-kuah yang terbuat dari rempah-rempah.

“Untuk rempah-rempah, memangada beberapa bahan-bahan yang dari kita import dari Jepang langsung. Dan kita juga higienis sekali, karena tiap kali makanan yang kira-kira Sudah gak terlalu fresh, ya kita buang,” papar Anton.Untuk mencicipi hidangan shabu khas Jepang ini, Anda cukup merogoh kocek 99 ribu rupiah hingga 248 ribu rupiah tergantung paket yang Anda ambil. So, you wanna try?