Mandiri Bogor Sundown Marathon Mengajak Pelari Menikmati Warisan Budaya Bogor di Malam Hari

11-06-2017 01:06:38 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Kota Bogor, ProvinsiJawaBarat, segera mencatat sejarah baru dengan memiliki ajang lomba lari maraton skala internasional. Menurut rencana, lomba lari tersebut akan diadakan pada tanggal 9 Juli 2017. “Pelari akan menyusuri kawasan Kota Bogor. Rute seluruh kategori sudah kami survey,” ujarBima Arya, Walikota Bogor. Gelaran lomba lari tersebut diadakan dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-535 Kota Bogor.

Pemilihan waktu malam hariuntukkategori Full Marathon (FM)  diambil dengan mempertimbangkan kenyamanan para pelari, selain juga untuk mengekspos keindahan dan romantisme Kota Hujanini. “Keputusan ini juga memperhatikan upaya memberikan pengalaman lari yang berbeda kepada pelari,” lanjut Bima Arya. Ia sendiri telah mencanangkan Bogor sebagai the City of Runners sejaktahun 2016 lalu. Secara teknis, konsep tersebut diimplementasikan antara lain dalambentuk membangun jalur pedestrian yang dapat dipakai berlari, selain juga membangun trek lari di sejumlah taman yang ada di Kota Bogor.

Gagasan terselenggaranya race ini datang dari ide sejumlah putra daerah yang tergabung dalam ikatan alumni keluarga besar SMA Negeri I Bogor (Ika Smansa). Kelompok ini menaruh minat pada olah raga lari dan memandang penting olah raga ini sebagai daya dorong dan daya dukung pada pola hidup sehat. Fakta bahwa olah raga ini diminati banyak orang dan terus bertambah penggemar dan pelakunya, juga menjadi pertimbangan tersendiri. “Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung Pemkot Bogor untuk menjadikan Bogor sebagai City of Runners,” ujar Sendy Aditya, Ketua Panitia Mandiri Bogor Sundown Marathon.

Dengan latar belakang tersebut, maka tekad Kota Bogor untuk menjadi tuan rumah lomba maraton tengah malam patut mendapat respek dan apresiasi tersendiri. Kegiatan olah raga ini tidak dapat dilepaskan dari orientasi pemberdayaan ekonomi lokal dengan berkembangnya konsep sport tourism. “Kedatangan para pelari akan kami sambut dengan baik, dan Bogor siap mengekspose keindahannya kepada publik melalui para pelari,” tutur Bima Arya lebih lanjut.

Lomba ini ditargetkan akan dapat diikuti oleh sekitar 3.500 peserta dari Indonesia dan mancanegara. Kategori lomba terdiri atas Full Marathon atau FM dengan jarak tempuh 42.195K, Half Marathon atau HM dengan jarak tempuh 21,1K; serta 10K dan 5K. Pelari akan diajak berkeliling menikmati keindahan Kota Bogor yang berada di ketinggian 330m di atas permukaan laut, dengan suhu sekitar 21-30 derajat Celcius dan kelembaban berkisar pada 70%.

Grand Launching Mandiri Bogor Sundown Marathon telah diadakan pada 14 Mei 2017 dengan lari sore bersama komunitas yang diikuti oleh 250 pelari dengan titik start dan finish di Balaikota. Pada Sabtu, 10 Juni 2017, diadakan lari bersama dalam rangka uji lintasan sepanjang 21km. “Kami mempersilakan para pelari menikmati Bogor di malamhari, dan memberikan masukan akan lintasan yang mereka lalui,” ujar Safrita Aryana, Race Director. Gelaran ini disebut sebagai Road to Mandiri Bogor Sundown Marathon, yang akan diikuti oleh 130 pelari dari berbagai komunitas. Mereka berlari dengan semangat bersama Walikota yang juga turut berlari; meski start dilakukan di antara gerimis, pada pukul 09:24 malam. Terlihat juga di antara mereka Hendra Wijaya, pelari ultra maraton asal Bogor yang baru saja menyelesaikan lari ultra sejauh 1.800km  di Himalaya. “Acara ini keren, dan lari FM tengah malam baru kali ini ada di Indonesia,” ujar Hendra Wijaya.

Keterlibatan komunitas, selain menjadi ciri yang menandakan bahwa Bogor sangatmengapresiasi para pelari, juga menjadi hal berharga bagi terlaksananya gelaran inidenganbaik. “Kami daripihak sponsor sangat mendukung kegiatan ini dan berharap anggota komunitas laridapatmeramaikan kegiatan ini,” ujarAzahari Fikri Vice President Bank Mandiri BogorJuanda. Bank Mandiriadalah sponsor utamakegiatan ini.
Pendaftaran telah dibuka pada25 April dan akan ditutup apabila slot sudah terpenuhi.