Gelar Batik Nusantara Angkat Tema "Pesona Batik Warna Alam" Demi Bersaing di Pasar Global

09-06-2017 09:06:28 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Batik telah menjadi icon Indonesia dan merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO pada tanggal 30 September 2009. Penggunaan batik berbahan serat dan pewarna alami merupakan bukti perpaduan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang akan berdampak pada pelestarian dan pendapatan ekonomi masyarakatnya.

Berbagai terobosan dilakukan guna mempromosikan batik dan kerajinannya didalam negeri, telah semakin meningkat dan beragam. Salah satunya adalah dengan penyelenggaraan Gelar Batik Nusantara (GBN) yang dilaksanakan sejak tahun 1996 oleh Yayasan Batik Indonesia.

Sedikit penjelasan tentang Yayasan Batik Indonesia yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 1994, adalah suatu yayasan yang dibentuk sebagai lembaga nirlaba yang merupakan wujud dari persamaan kehendak para pecinta, pengrajin, pengusaha, dan pemerhati batik serta dijiwai oleh semangat Sumpah Pemuda juga merupakan mitra pemerintah dalam mengembangkan, melestarikan, dan membina pengusaha/pengrajin batik nasional. Setelah sukses menyelenggarakannya pada tahun sebelumnya. Tahun 2017 ini merupakan yang kesepuluh kalinya Gelar Batik Nusantara diadakan.

Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Gelar Batik Nusantara mengangkat tema “Pesona Batik Warna Alam” mengambil venue di Assembly Hall Cendrawasih dan Main Lobby, secara resmi dibuka untuk umum Rabu 07 Juni 2017 dan akan berlangsung hingga Minggu 11 Juni 2017.

Pesona Batik Warna Alam” dijadikan sebagai tema karena sejarah dalam perkembangan Batik Indonesia, dimana pewarnaan batik pada awal mulanya dari keanekaragaman hayati kulit pohon, daun, buah, dan bunga berbagai tanaman yang berada dilingkungan sekitar. Selain itu juga alasan lainnya bahwa pemilihan warna alam yang cukup penting agar dapat bersaing di pasar global (global market) dengan mempertahankan sustainable fashion.

Seiring waktu teknik pewarnaan alami telah tergeserkan oleh adanya pewarnaan kimiawi. Oleh karena itu Gelar Batik Nusantara 2017 ini, kita ingin menggali kembali kearifan leluhur, dengan berperan dalam melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia.