Jakarta Dalam Balutan Nuansa Jazz Bintang Indrianto dan Bianglala Voices

04-06-2017 10:06:06 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Keberagaman budaya, suku, agama dan kehidupan yang menyatu di ibukota membuat Jakarta selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Kehidupan di Jakarta juga menjadi inspirasi bagi para pelaku seni Indonesia untuk berkarya. Untuk itu, Galeri Indonesia Kaya menggandeng Bintang Indrianto dan Bianglala Voices untuk menghadirkan wajah Jakarta pada pementasan Jakartaku, Jakarta Kita hari ini di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

“Dalam rangka memperingati ulang tahun Jakarta yang jatuh pada bulan Juni ini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan beragam pementasan dengan tema Jakarta 490, salah satunya pertunjukan oleh Bintang Indrianto dan Bianglala Voices yang tampil hari ini dengan mengapresiasi Jakarta lewat lagu-lagu yang dibawakan dengan gaya yang segar. Semoga penampilan ini bisa memberi pengenalan lebih baik lagi tentang ibukota negara kita ini, karena Jakarta ini adalah Jakarta kita bersama,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Bintang Indrianto adalah bassist Indonesia yang berkarya sejak tahun 90an dengan banyak seniman Indonesia. Sepanjang karirnya di musik Indonesia, ia telah meluncurkan 9 album hingga saat ini. Kolaborasinya dengan Bianglala Voices dimulai sejak 2012 dimana keduanya bekerja sama dalam album s.a.t.u yang juga menjadi debut album Bianglala Voices, kelompok akapela yang juga sudah berkarir sejak pertengahan 90-an.

Pada pertunjukan Sabtu (3/6) kemarin, Tanti Hudoro, Esther Sinulingga, Freddy Lengkong, Wina Prihatin dan Ritmanto Saleh yang tergabung dalam Bianglala Voices membawakan lagu-lagu bertema Jakarta dan diiringi petikan senar bass Bintang Indriato. Suara akapela yang dipadu dengan nuansa jazz dan ditampilkan dengan gaya segar membuat pertunjukan tidak hanya menghibur dan membuat tertawa para penikmat seni, namun juga menambah pengetahuan akan Jakarta.

Pertunjukan berdurasi kurang lebih 60 menit ini dibuka dengan lagu Kicir-Kicir dan kemudian dilanjutkan dengan Dayung Sampan, Keroncong Kemayoran, Jali-Jali, Sirih Kuning, Pepaya Mangga Pisang Jambu, Cik Abang, Ondel-Ondel dan ditutup dengan Ibu Pertiwi. Disela-sela pertunjukan, empat orang penari hadir di depan panggung dan membawakan tarian Kembang Jatoh.

“Jakarta memiliki banyak sisi yang yang menarik untuk ditelaah. Dengan beragam warna di dalamnya dan kehidupan yang nyaris tanpa henti, kota ini selalu punya cerita. Musik menjadi cara saya mengapresiasi Jakarta yang seakan memiliki magnet untuk terus mengajak orang untuk datang dan menginjakkan kaki di ibukota ini. Semoga lagu-lagu dan musik yang dibawakan sore ini memberi gambaran yang lebih segar bagi kota yang tahun ini berumur 490 tahun,” ujar Bintang Indrianto.