Ini Dia Asal Usul Mengapa Ketupat Identik dengan Lebaran

31-05-2017 06:05:36 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Salah satu hal iconic saat lebaran adalah Ketupat atau kupat yang merupakan hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur). Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran.

Mengapa 'Ketupat' identik dengan Hari Raya Idul Fitri,? hal ini menarik untuk diungkap, berikut ulasannya. Berdasarkan filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus yakni ketupat atau kupat merupakan kependekan kata dari Ngaku Lepat yang artinya meminta maaf dan Laku Papat yang berarti empat tindakan.

Pada awalnya, ketupat lahir ketika agama Islam mulai masuk ke Nusantara. Tradisi ketupat ini diperkenalkan oleh Raden Mas Sahid atau yang biasa disebut dengan Sunan Kalijaga. Makna simbolis ketupat ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat dalam menyebarkan agama Islam. Sampai akhirnya tradisi ini masih dipertahankan hingga saat ini. 

 

Sunan Kalijaga memperkenalkan bakda lebaran dan bakda kupat terhadap masyarakat. Bakda kupat dilaksanakan seminggu setelah umat Islam melaksanakan puasa sunah di bulan Syawal. Perayaan Bakda Kupat ini disusul dengan Bakda lebaran yang mirip dengan perayaan lebaran saat ini atau orang menyebutnya dengan lebaran kecil.

Menurut Djawahir Muhammad, seorang Budayawan, ketupat yang dibuat seseorang itu sebenarnya melambangkan seeorang yang tengah mengakui kesalahan terdahulunya. Nah kesalahan yang bermacam-macam itu terlihat dari anyam bungkus ketupat yang rumit. Ketika krtupat dibuka, maka terlihatlah isinya yang bewarna putih yang mencerminkan hati yang putih dan suci. Selain itu bentuk ketupat yang saling menyambung juga melambangkan kesempurnaan umat muslim setelah menjalani ibadah puasa serta menahan nafsu selama sebulan.