Kolaborasi Miss Tjitjih - Maria Selena Kemas Apik dan Jenaka Lakon Sangkuriang

31-05-2017 03:05:10 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan seni budaya yang sangat beragam, cerita rakyat dan legenda yang sering kita dengar dari para orang tua kita. Pada hari ini, Galeri Indonesia Kaya menggandeng kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih untuk menampilkan salah satu cerita rakyat asal Jawa Barat yang telah melegenda yaitu Sangkuriang.

“Cerita rakyat yang satu ini pasti sud ah tidak asing lagi terdengar di telinga kita, begitupun dengan legenda Indonesia lainnya. Mendengarkan dongeng menjadi sebuah memori unik dalam kehidupan masa kecil masyarakat Indonesia, karena masing-masing cerita sarat akan pesan moral dan sosial. Pada hari ini, Miss Tjitjih bersama Maria Selena hadir di Auditorium Galeri Indonesia Kaya untuk membangkitkan kembali daya tarik dalam cerita rakyat dengan sentuhan komedi khas Sunda yang menghibur tanpa mengurangi makna cerita tersebut,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Legenda Sangkuriang ini bercerita tentang terciptanya Gunung Tangkuban Parahu dan beberapa gunung di sekitar Bandung . Cerita ini mengisahkan Sangkuriang yang ingin menikahi Dewi Sumbi, ibunya sendiri. Pertunjukan yang berdurasi sekitar 60 menit ini, juga turut menampilkan Maria Selena yang berperan menjadi Dayang Sumbi dan Dadang Badut yang berperan sebagai Sangkuriang.

“Pertunjukan ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat Indonesia khususnya generasi muda bahwa dongeng legenda Indonesia tidak kalah menariknya dengan dongeng-dongeng dari Barat. Semoga penonton yang hadir dapat terinspirasi untuk mencari lebih tentang cerita-cerita rakyat dan asal-usul legenda tersebut,” ujar Maria Selena dalam pertunjukan Sangkuriang di Galeri Indonesia Kaya.

Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih adalah Sandiwara Sunda dengan nama seorang Diva Sandiwara Sunda pada tahun 1928 asal Sumedang, yaitu Miss Tjitjih. Pada tahun 1926 seorang gadis cantik bernama Nyi Tjitjih yang biasa bermain sandiwara berbahasa Sunda ditemukan oleh Aboebakar Bafaqih, seorang Arab-Indonesia kelahiran Bangil (Jawa Timur) pemilik Sandiwara Keliling atau Komedie Stamboel (1891 – 1903) yang sedang mengadakan pertunjukan keliling di Jawa Barat. Di daerah Sumedang, Bafaqih menemukan Nyi Tjitjih yang waktu itu berusia 18 tahun sedang bermain dengan Tonil Sunda. Bafaqih langsung tertarik mengajaknya masuk ke dalam perkumpulan sandiwara bentukannya, Opera Valencia. Ajakan Bafaqih tersebut disambut baik Nyi Tjitjih. Mulai saat itu Nyi Tjitjih menjadi bagian dari Opera Valencia.

“Kolaborasi kami bersama Maria Selena kali ini membuahkan skenario yang berangkat dari cerita rakyat Jawa Barat yang telah dikenal, yaitu Sangkuriang. Tanpa mengurangi ciri khas kami, yaitu sandiwara Sunda, kami berusaha membawakan warna baru yang dibumbui komedi khas Sunda dalam pertunjukan ini. Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh para penikmat seni yang hadir di Galeri Indonesia Kaya, sore hari ini,” tutur Imas Darsih, sutradara kelompok sandiwara Sunda Miss Tjitjih.