Mari Ajari Anak Untuk Mengenal Tuhan

29-05-2017 11:05:58 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Rasa ingin tahu anak usia dini memang begitu besar. Pertanyaan-pertanyaan mengenai hal baru yang dilihat, dialami, dan tidak dipaham memang kerap terlontar dari bibir anak. Pertanyaan mengenai sang Pencipta juga menjadi pertanyaan yang terkadang dirasa sulit untuk dijelaskan. Pertanyaan seperti, “Siapa itu Tuhan?” “Tuhan itu seperti Apa? “Bisakah aku bertemu Tuhan?” dan “Bisakah aku melihatnya?” menjadi sederet pertanyaan polos yang terlontar anak kepada orang tua. Lalu. bagaimana cara orang tua menjelaskannya?

Memperkenalkan Tuhan kepada anak usia dini memang bukan hal yang mudah. Namun, bukan berarti Anda harus menghindar dan bingung jika si “kritis anak” menanyakan seputar Tuhan kepada Anda. Memperkenalkan Tuhan kepada anak sedini mungkin rupanya merupakan hal yang penting.

“Sedini mungkin anak memang perlu diperkenalkan dengan Tuhan. Walaupun sebenarnya anak belum dapat memahami istilah Tuhan tapi ketika orang tua membiasakan anak untuk berdoa, anak dapat membentuk konsepnya sendiri mengenai Tuhan,” ucap Agustina, M.Psi kepada redaksi JakartaVenue.

Menurut Agustina, saat masih bayi orang tua juga sudah bisa memperkenalkan Tuhan kepada anak. Caranya mudah, saat akan menidurkan anak misalnya, orang tua bisa mengajak anak untuk berdoa sehingga anak mengenal rutinitas ini dan mengenal kata “Tuhan”.

“Dalam hal ini anak bukan mengenal Tuhan secara konkrit, namun masih sebatas kenal istilah Tuhan. Nah, jika bayi terbiasa mendengar kata Tuhan dan sudah tidak asing dengan istilah Tuhan, maka seiring dengan pertambahan usia, anak akan menjadi semakin memahami makna Tuhan secara konkrit,” paparnya.

Manfaatkan Lingkungan Sekitar

Cara mudah memperkenalkan Tuhan kepada anak memang bisa dilakukan di kehidupan sehari-hari. Melalui berdoa, beribadah, menolong orang lain, memberikan sumbangan kepada fakir miskin atau orang-orang yang tidak mampu, berbagi kepada sesama yang berkekurangan menjadi cara yang bisa ditempuh orang tua dalam memperkenalkan Tuhan.

“Bahkan ketika mengajak anak berjalan-jalan kita juga bisa mengajak anak untuk mengenal ciptaan Tuhan. Saat menikmati pemandangan misalnya, katakanlah kepada anak bahwa alam yang indah ini adalah ciptaan Tuhan dan kita patut mensyukurinya dengan menikmati pemandangan tersebut dan menjaganya agar tidak rusak. Ini salah satu cara yang bisa dilakukan,” ucap staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara ini lagi.

Memberikan contoh kepada anak merupakan cara terbaik memperkenalkan Tuhan. Saat Anda sedang beribadah misalnya, anak akan mecari tahu apa yang sedang dilakukan orang tuanya saat itu. Dari situ secara perlahan, anak akan memahami apa yang sedang Anda lakukan. “Anak itu kan senang meniru. Mereka akan lebih cepat dalam belajar atau memahami sesuatu melalui contoh. Karena itu, cara terbaik untuk mengajarkan anak mengenai suatu hal ya melalui contoh. Karena itu, orang tua perlu melakukannya terlebih dahulu, sehingga anak dapat mencontoh perilaku orang tua,” jelas Agustina.

Perhatikan Usia Anak

Memperhatikan usia anak juga menjadi hal penting saat memperkenalkan Tuhan kepada anak. Hal ini dikarenakan tahap usia anak akan menentukan tahap perkembangan kognitifnya. “Orang tua harus menjelaskannya sesuai dengan tahapan usia anak. Misalnya, pada anak usia 5 tahun yang belum dapat memahami konsep secara abstrak, maka orang tua dapat menjelaskan bahwa Tuhan tidaklah terlihat, namun Dia tahu segala sesuatu yang kita lakukan, Tuhan ada dimana-mana dan Dia mampu melindungi kita dari hal buruk,” tambahnya.

Bagi Agustina, memperkenalkan Tuhan kepada anak , secara tidak langsung orang tua telah memberikan pendidikan moral kepada anak. Melalui pengenalan akan Tuhan anak menjadi tahu bahwa ada norma yang mengontrol perilaku dan ngarahkan perilaku seperti apa yang diharapkan anak.

Hanya saja menurutnya, secara empiris, tidak ada perbedaan perkembangan psikologis yang signifikan saat memperkenalkan anak kepada Tuhan sejak dini dengan anak yang tidak diperkenalkan Tuhan sejak dini. Hanya saja, akan lebih baik jika anak mengenal Tuhan sejak dini.

“Mengenalkan konsep Tuhan kepada anak sejak dini akan memberikan keuntungan memang. Seperti anak jadi memiliki pengetahuan tentang ajaran agamanya, mengenai hal mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau hal yang bertentangan dengan larangan agama dimana ini bisa menjadi menjadi panduan bagi anak dalam berperilaku,” tutupnya. (*)

Penulis: zacrafter
Foto: istimewa