Jaga Bhumi, Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia

29-05-2017 04:05:14 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Sebagai sebuah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 18.000 pulau tersebar dari Sabang hingga Merauke, Indonesia merupakan sebuah negara yang sarat akan keanekaragaman ekosistem. Letak geografis yang strategis mewariskan Indonesia kekayaan hayati yang tidak hanya menjadi simbol tanah air namun juga sebagai salah satu penyokong keharmonisan ekosistem dunia.

Indonesia merupakan sebuah kotak pandora kehidupan, didalamnya memiliki banyak warna dan warisan alam yang tidak hanya mencerminkan keragaman flora dan fauna namun juga menempatkan Indonesia dalam poros penting ekosistem dunia dengan memiliki 17% megabiodiversity dari total spesies yang ada. Berdasarkan data yang didapatkan dari International Union for Conservative Nature (IUCN), saat ini di tanah air terdapat dua spesies satwa berkategori punah, 66 spesies dengan kategori kritis dan 167 spesies dalam kondisi genting. Sedangkan untuk tumbuhan tercatat 1 spesies punah, 2 spesies punah in situ, 115 spesies kritis dan 72 spesies dengan status genting. 

Kepunahan yang terjadi pada satu lokasi di bumi akan mempengaruhi keseimbangan alam secara keseluruhan, termasuk manusia yang hidup didalamnya. Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), sebuah organisasi yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri pada tanggal 21 April 2001 dengan dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian alam Indonesia dan keanegaragaman tumbuhan tropis Indonesia serta fokus terhadap penyelamatan spesies tumbuhan yang dikategorikan langka, mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk membuka rasa peduli dan turun tangan berpartisipasi menjaga kelangsungan hidup kekayaan hayati di Indonesia dari ancaman kepunahan melalui Gerakan Jaga Bhumi.

Jaga memiliki arti berkawal atau bertugas menjaga keselamatan dan keamanan. Bhumi memiliki arti Tanah Air dan elemen yang terkandung didalamnya seperti tumbuhan dan satwa. Megawati Soekarnoputri sebagai pendiri Yayasan Kebun Raya Indonesia mengatakan bahwa “Kelestarian lingkungan menjadi harga mati bagi keberlangsungan hidup umat manusia di seluruh dunia”. Ketika predikat bergengsi megabiodiversity yang pernah dimiliki Republik Indonesia sebagai salah satu identitas bangsa dipertanyakan, maka selayaknya YKRI mengajak masyarakat Indonesia untuk berperan lebih aktif lagi dalam mengembalikan kejayaan kekayaan alam Indonesia.