Tak Hanya Sekedar Ibadah, Berikut Fakta Menarik Seputar Puasa Ramadan

29-05-2017 02:05:54 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Memasuki bulan Ramadan, salah satu hal yang paling identik adalah puasa.  Puasa (disebut juga Shaum) yang bersifat wajib dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya Lebaran.Menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci umat islam Al Quran.

Namun pada dasarnya definisi dari puasa adalah tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Selain sebagai kegiatan ibadah, ada fakta-fakta menarik dibalik puasa, apa saja ? berikut ulasannya.

Puasa Mencegah Serangan Penyakit


Ibadah puasa merupakan sarana pencegahan dari segala penyakit dan gangguan kesehatan pada tubuh akibat kebiasaan makan yang berlebihan dan berkaitan sepanjang hari tanpa pernah berhenti.sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan jika ibadah puasa merupakan cara pencegahan tubuh terserang berbagai macam penyakit. Dengan berpuasa juga dapat menjadi sarana terapi untuk penyembuhan terhadap beberapa penyakit kronis.

Membantu Proses Anabolisme dan Kataolisme


Proses anabolisme dan kataolisme terangkum menjadi satu saat menjalankan ibadah puasa. Dengan adanya proses tersebut menjadikannya dapat memenuhi pasokan glukosa sebagai satu-satunya bahan bakar untuk sel otak dan sebagai bahan bakar utama seluruh jaringan lainnya.

Tidak Akan Mengakibatkan Pengasaman Dalam Darah.

Dalam penelitian ketika puasa asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

Penurunan glukosa dan berat badan

Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan.

Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual

Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu.

Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel

Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.