Mendaki Saat Puasa, 10 Hal ini Penting Untuk Diketahui

27-05-2017 04:05:54 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Meski sedang berpuasa, berbagai aktivitas tetap bisa dilakukan, termasuk traveling yang cukup berat seperti mendaki gunung. Bahkan mungkin gunung adalah tempat yang tepat untuk berpikir dengan jernih sambil berpuasa, bisa sekalian tafakur alam sambil mengagumi ciptaan yang Maha Kuasa.

Mungkin tantangan mendaki gunung sambil berpuasa akan meningkat, karena itu berarti kalian mendaki sambil menahan lapar dan dahaga. Tetapi mendaki gunung ketika sedang berpuasa itu bukan berarti tidak bisa dilakukan. Hanya saja butuh persiapan lebih matang.

Nah, bagi yang ingin mencoba naik gunung saat puasa ada banyak hal yang perlu diperhatikan. 1. Asupan makanan

  1. Asupan makanan

Mendaki gunung memerlukan energi besar sehingga asupan makanan yang sehat dan tepat sangat diperlukan untuk menjaga stamina, terutama ketika sedang berpuasa. Saat sahur, perbanyak konsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, susu, madu, dan daging.

  1. Pilihan trek

Pemilihan gunung sebagai lokasi pendakian harus disesuaikan kondisi tubuh yang sedang berpuasa. Pilih gunung dengan trek yang ringan dan berhutan. Gunung yang memiliki hutan akan melindungi diri dari terik matahari karena lebih teduh dan lembab.

  1. Pilihan rute

Pilihlah rute pendakian yang paling pendek dengan jalur pendakian yang lebih mudah karena bisa menghemat energi dan tenaga yang diperlukan. Tetap gunakan rute pendakian resmi dan petunjuk yang berlaku untuk keselamatan pendakian.

  1. Atur tempo perjalanan

Ketika sedang berpuasa, asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh tidak seperti hari-hari biasa, sehingga tubuh lebih cepat lelah. Karena itu penting untuk mengatur tempo perjalanan, tidak terlalu cepat, sehingga tubuh lebih hemat energi.

  1. Atur waktu pendakian

Karena sedang berpuasa, mengatur waktu pendakian sangat penting untuk menyesuaikan ritme perjalanan. Pilih start pendakian pada malam hari, tiba di puncak pada pagi hari, dan turun di siang hari. Pertimbangkan pula waktu sahur dan buka puasa selama pendakian.

  1. Efisien

Hindari membawa terlalu banyak perlengkapan yang tidak terlalu penting agar tidak memberatkan di perjalanan. Bawa beberapa perlengkapan yang memiliki fungsi ganda, seperti jaket tahan air sekaligus windbreaker, atau pakaian quick dry yang cepat kering dan cocok dengan suhu tubuh.

  1. Pelindung kepala

Gunakan tutup kepala untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung yang menyebabkan lebih cepat terjadi dehidrasi. Penutup kepala (scarf atau payung) akan membantu ketahanan tubuh yang sedang berpuasa dan tidak makan maupun minum.

  1. Teman perjalanan

Puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga emosi. Tak jarang, melakukan pendakian dengan orang dengan karakter yang kurang cocok dengan kita akan menimbulkan rasa jengkel dan emosi. Karena itu, pilihlah teman perjalanan yang sudah paham dengan karakter B'timers agar pendakian lebih mudah dan nyaman.

  1. Sugesti diri

Selain mengatur ritme istirahat selama pendakian, B'timers harus tetap memberikan sugesti positif pada diri sendiri bahwa meskipun sedang berpuasa tetap sanggup melakukan pendakian dan mencapai puncak.

  1. Jangan memaksakan diri

Mendaki gunung bukan sekedar mencapai puncak, tetapi juga berhasil kembali dengan selamat. Pahami kondisi tubuh dan tak perlu memaksakan diri apabila sudah lelah dan tak sanggup melanjutkan puasa.

Puasa sebagai kewajiban seorang Muslim harus tetap menjadi niat utama saat melakukan semua aktivitas, tak terkecuali mendaki gunung. Dengan beberapa tips di atas, kini B'timers bisa merencanakan pendakian yang sukses dan ibadah puasa yang lancar.

Penulis: zacrafter
Foto: istimewa