7 Tradisi Unik Sambut Ramadhan

26-05-2017 08:05:59 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim memiliki berbagai tradisi jelang Ramadhan. Bukan hanya kata-kata menyambut bulan Ramdhan saja yang ramai, tradisi khas menjelang bulan Ramadhan juga enggak kalah ramai.

Tradisi-tradisi ini bisa ditemui di hampir semua penjuru tanah air. Tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun ini masih terpelihara sampai sekarang.

Biasanya masyarakat akan menggelar acara-acara menyambut bulan puasa dengan sangat meriah. Walaupun caranya berbeda-beda tradisi menyambut bulan Ramadhan di Indonesia ini memiliki semangat yang sama.

Nah ini dia 7 tradisi unik menyambut bulan suci Ramadan di Indonesia.

  1. Tradisi Meugang, Aceh

Di kota yang juga dijuluki sebagai Serambi Mekkah ini, tradisi meugang dilakukan untuk menyambut Ramadhan. Para masyarakat akan memotong kerbau dan dimakan sebelum bulan puasa dimulai. Umumnya, warga yang berkecukupan yang mengadakan tradisi meugang dan mereka kemudian membagi-bagikan pada warga lain yang kurang mampu.

  1. Tradisi Balimau, Sumatera Barat

Masyarakat di Sumatera Barat menyambut bulan suci Ramadhan dengan tradisi Balimau. Disebut ‘Balimau’ sendiri dari istilah Minangkabau yang artinya mandi dengan shampo. Tradisi ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa kita harus membersihkan tubuh dari ujung rambut hingga kaki sebelum mulai berpuasa.

Uniknya, tradisi ini dilakukan bersama-sama, entah di sungai, di danau atau kolam. Semua orang bisa mandi beramai-ramai dari mulai anak-anak hingga orang dewasa Umumnya, tradisi Balimau dilakukan menjelang matahari terbenam dan diakhiri sebelum adzan Maghrib.

  1. Tradisi Malamang, Sumatera Barat

Masih di Sumatera Barat, ada sebuah tradisi lain yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan. Di sini, masyarakat berkumpul dan bergotong royong membuat nasi lemang pada ruas-ruas bambu yang telah dipotong-potong.

Tradisi ini biasanya dilakukan dua hari menjelang Ramadan. Dan hasil lemang yang dimasak tadi akan dijadikan hantaran ke rumah mertua sebagai permohonan maaf.

  1. Tradisi Dugderan, Semarang

Jantung kota provinsi Jawa Tengah ini memiliki tradisi yang unik pada bulan Ramadhan yang disebut Dugderan. Dalam tradisi tersebut digelar sebuah pasar malam yang menjual aneka produk lokal mulai dari pakaian hingga mainan.

Disebut dugderan karena berasal dari suara tabuhan bedug yang apabila diucapkan terdengar ‘dug’ dan ‘der’ seperti sebuah meriam yang bersahutan. Umumnya, bunyi tabuhan bedug ini menandai bahwa bulan suci Ramadhan telah dimulai. Biasanya, di Semarang tradisi ini dimulai seminggu sebelum bulan puasa dimulai, dan diakhiri sehari setelah bulan puasa selesai. Tertarik untuk menyaksikanDugderan secara langsung?

  1. Tradisi Nyadran, Surabaya

Nyadran atau tradisi makan apem adalah tradisi yang biasa dilakukan di Surabaya untuk menyambut bulan Ramadan. Kue apem berasal dari istilah ‘afwan’ yang dalam bahasa Arab artinya memaafkan. Kue apem ini dibagikan kepada keluarga dan sanak saudara sebagai simbol saling memaafkan. Biasanya, setelah makan apem masing-masing orang saling bersalaman dan memaafkan kemudian dilanjutkan dengan tahlilan.

  1. Tulak Bala, Padang Pariaman

Kegiatan ritual keagamaan tersebut diikuti semua lapisan masyarakat Nagari Sungai Sariak tanpa ada pembatasan usia dan jenis kelamin. Uniknya, sebelum melakukan ritual keagaaman masyarakat setempat sebelumnya menyembelih seekor kambing di tengah jalan raya dimana darah hewan tersebut disiramkan ke jalan raya. Sedangkan daging yang sudah dimasak disuguhkan kepada para tokoh agama setelah acara pengajian atau zikir bersama.

Setelah prosesi berzikir dilaksanakan, para tokoh agama maupun masyarakat setempat akan melakukan pawai obor secara bersama-sama sepanjang nagari sambil mengucapkan kalimat pujian kepada sang Pencipta. Adapun makna membawa dan menggunakan obor sendiri diartikan sebagai bentuk semarak umat dalam menjalankan prosesi tersebut.

  1. Megibung di Denpasar, Bali

Meski penduduk Bali beragam Hindu, namun tak berarti tidak ada tradisi khusus saat bulan Ramadan di pulau ini. Warga Kampung Islam Kepaon, Denpasar, masih menjalankan tradisi Megibung, yakni berbuka puasa bersama di masjid setiap memasuki hari ke-10 bulan Ramadan.

Dalam bahasa Bali, megibung berarti makan bersama atau makan dalam satu wadah yang beralaskan daun pisang. Satu wadah dapat  dinikmati oleh 4-6 orang.

Penulis: zacrafter
Foto: istimewa