DBD...Nggak Perlu Takut Lagi, Kenapa?

25-05-2017 10:05:14 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Musim kemarau tiba, biasanya bila musim kemarau tiba atau di masa pancaroba selalu diikuti oleh berbagai macam penyakit, so JV Readers kita haru selalu waspada akan hal ini. Pergantian musim memang cenderung diikuti munculnya penyakit baik yang bersifat epidemi, endemi, maupun epidemi.

Dari semua jenis penyakit yang paling patut JV Readers waspadai adalah DBD (Demam Berdarah Dengue). Penyakit yang ditimbulkan akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, adalah salah satu penyakit yang paling banyak menelan korban kematian bagi penderitanya. Di Indonesia selain Malaria, DBD menjadi momok yang sangat menakutkan di saat musim kemarau tiba.

Namun jangan khawatir JV Readers, sekarang penyakit satu ini sudah ditemukan obat penawarnya yang berupa vaksin. Setelah melalui penelitian selama hampir 20 tahun, akhirnya di dapatkan sebuah vaksin yang dapat mencegah dan mengobati penyakit DBD ini. Seperti dilansir oleh klikdokter.com belum lama ini, Sanofi-Pasteur sudah memproduksi Dengvaxia yang adalah nama dari vaksin untuk DBD. Sebenarnya vaksin ini sudah masuk ke Indonesia sejak tahun lalu, hanya masih banyak orang yang belum mengetahuinya.

Vaksin Dengvaxia adalah vaksin tetravalent yang berasal dari virus dengue hidup yang sudah di lemahkan. Tetravalen berarti mengandung keempat jenis virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. DEN-3 dan 4 adalah virus dengue yang paling banyak terdapat di Indonesia, dengan efektivitas terbaik untuk pencegahan demam berdarah.

Dengvaxia diberikan kepada anak berusi 9-16 tahun, dengan waktu pemberian antara bulan 0, 6, dan 12. Selain itu bagi mereka yang sudah pernah terkena DBD juga sebaiknya diberikan vaksin ini, karena potensi terkena virus dengue yang lain pasti ada. Hanya harus diperhatikan untuk penggunaannya, terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau yang usianya 45 tahun keatas haruslah ekstra hati-hati.

Untuk saat ini Vaksin Dengvaxia ini hanya bisa diperoleh di rumah sakit besar di hampir semua kota di Indonesia, sedangkan untuk rumah sakit pemerintah belum tersedia. Harga untuk per sekali suntiknya sekitar Rp. 1.150.000,-.