Merry Riana; Kisah Mimpi Sejuta Dollar

25-05-2017 12:05:43 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Melalui buku dengan judul "Mimpi Sejuta Dolar" Merry Riana mulai dikenal masyarakat Indonesia sebagai seorang wanita yang berhasil mengumpulkan uang sebesar 1 juta dolar di usia yang masih sangat muda. Lama kelamaan, lewat sepak terjangnya di berbagai bidang, enterpreneur, konsultan, trainer, public speaker dan masih banyak lagi, Merry bahkan mendapat julukan sebagai motivator wanita tersukses di Indonesia dan Asia.

Lahir dari pasangan Tionghoa Suanto Sosrosaputro dan Lynda Sanian, Merry yang dilahirkan pada 29 Mei 1980 itu tumbuh menjadi gadis muda yang tangguh. Setelah lulus dari SMA, Merry memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti. Namun, cita-citanya itu harus kandas akibat kerusuhan besar di tahun 1998.

Dalam situasi sulit tersebut, Merry terpaksa harus meninggalkan Indonesia dan memilih melanjutkan kuliahnya di Singapura.

Tidak dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang berlimpah materi, Merry pun harus berjuang sendiri untuk membiayai kuliah jurusan Teknik Elektro nya di Nanyang Technological University di Singapura. Ia bahkan harus meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja.

Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya.

Situasi ini berjalan hampir setiap hari di tahun pertama kuliahnya. Kehidupan yang sulit tersebut mendorong Merry untuk mencari penghasilan di luar kegiatan kuliahnya. Mulai dari membagikan brosur di jalan, menjadi penjaga toko bungan hingga menjadi pelayan hotel ia jalani untuk terus bisa bertahan dan melanjutkan kuliahnya.

Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi.

"Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut," tutur Merry yang ditemui di sela-sela seminarnya di kawasan Jakarta Barat.

Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis.

Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan.

Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China.

Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, tabungan, dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura.

Penulis: zacrafter
Foto: zacrafter