Dibalik Serangan Teror Bom di Konser Ariana Grande

24-05-2017 12:05:15 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Berita duka kembali menimpa dunia musik, setelah dirundung duka atas meninggalnya Chris Cornell sang vokalis Soundgarden dan Audioslave. Kini dunia kembali digemparkan atas serangan terror yang terjadi dalam konser penyanyi terkenal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, Senin (22/5) malam waktu setempat.

Ledakan terjadi tak lama setelah konser berakhir dan penonton pun masih di dalam gedung. Bom meledak pada saat penonton akan keluar arena konser. Kepolisian Inggris menyatakan bahwa ledakan terjadi di luar gedung Manchester Arena dan peristiwa tersebut adalah aksi bom bunuh diri.

Tercatat setidaknya 22 orang korban meninggal dunia termasuk anak-anak dan 59 orang mengalami luka-luka. Mengetahui musibah tersebut, Ariana Grande mengungkapkan belasungkawa dan kesedihannya atas kejadian ledakan bom dalam acara konsernya yang menyebabkan korban tewas.

“broken. From the bottom of my heart, I am so so sorry. I don’t have words.” “Sangat sedih. Dari lubuk hatiku yang paling dalam.  Saya sangat berduka. Saya tidak bisa berkata-kata," tulis Ariana dalam akun Twitter miliknya, @ArianaGrande, Selasa (23/5/2017).

Dibalik serangan terror konser Ariana Grande yang mengerikan tersebut, terungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas banyaknya korban tewas yang jatuh. ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan keji itu.

Seperti dilansir Agence France Presse (AFP), Selasa (23/5), ISIS menyatakan klaimnya tersebut lewat media sosial. Tidak hanya itu, tapi ISIS juga menyampaikan ancaman bahwa akan ada lebih banyak lagi serangan.

Dalam sebuah pernyataannya ISIS mengatakan “Salah satu tentara khalifah menempatkan bom-bom di antara kerumunan.”