Lagu Indonesia Barat Dikemas Modern Oleh Sri Hanuraga Trio bersama Dira Sugandi

22-05-2017 12:05:38 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, Indonesia dikenal akan seni budaya yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Pada hari Minggu (21/5), Galeri Indonesia Kaya menampilkan kekayaan musik Indonesia Barat yang ditampilkan secara gemilang oleh Sri Hanuraga Trio bersama Dira Sugandi. Penampilan para musisi bertalenta ini menunjukan kepada para penikmat seni yang hadir betapa indahnya lagu-lagu khas Indonesia Barat melalui acara berjudul Interpretasi Lagu Indonesia Barat.

Ada banyak kekayaan budaya Indonesia seperti cerita legenda, budaya dan musik yang menjadikan ragam keunikan budaya Indonesia Barat. Sri Hanuraga dan Dira Sugandi mengangkat ragam kekayaan suara dan melodi yang berasal dari Indonesia Barat dan menampilkannya secara impresif. Warna baru yang mereka tampilkan di Galeri Indonesia Kaya sore ini menunjukkan bahwa lagu daerah sangat bisa dinikmati oleh generasi masa kini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dengan gaya musiknya yang khas, Sri Hanuraga dan Dira Sugandi membawakan lagu-lagu khas Indonesia bagian barat menjadi suatu suguhan yang menarik, menghibur dan unik. Penikmat seni disuguhkan penampilan yang menggabungkan interpretasi musik dan lagu tradisional menjadi suatu karya musik kelas internasional.

"Mungkin generasi muda saat ini banyak yang kurang akrab dengan musik-musik tradisional Indonesia, dan untuk itu, kami ingin kembali  mengingatkan masyarakat bahwa kita memiliki lagu daerah yang tak ternilai. Semoga semakin banyak generasi muda yang mengapresiasi lagu-lagu daerah Indonesia, jika bukan kita yang menghargai budaya kita sendiri, siapa lagi?" ujar Dira Sugandi.

Lagu Cublak Cublak Suweng membuka penampilan Minggu (21/50) sore kemarin dengan nuansa musik modern yang kental improvisasi. Dengan piawai, jemari Aga menari di atas piano dan suara Dira Sugandi yang merdu melengkapinya. Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni dihibur dengan lagu-lagu daerah antara lain, Kampuang, Kicir-kicir, Bubuy Bulan, Bungong Jeumpa, Bengawan Solo, Rayuan Pulau Kelapa, dan Manuk Dadali.

"Kami ingin menampilkan ulang lagu-lagu daerah di Indonesia dengan mengkombinasikannya dengan musik jazz, pop, rock dan juga hip hop. Dengan cara ini, kami berharap bisa mendekatkan musik tradisional dengan generasi muda saat ini dan dapat menginspirasi khalayak umum untuk tetap melestarikan budaya Indonesia dalam hal ini melalui seni musik,” ujar Sri Hanuraga.

Sri Hanuraga, atau yang akrab disapa Aga, merupakan seorang pianis Jazz asal Indonesia yang sekarang tinggal di Amsterdam, Belanda.  Ia lulus dari program master Jazz Piano Performance di Conservatorium van Amsterdam (Belanda) dengan menyandang predikat summa cum laude (10 with distinction) di Eropa, dan beberapa kali tampil di Paris, Nice, Cannes, Monaco, Belgia, Hungaria, Jerman, dan Rumania.