Fakta Mencengangkan Seorang Admin Grup WhatsApp Ditangkap Akibat Postingan Anggotanya

19-05-2017 07:05:31 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Sejak kehadiran smartphone Android, aplikasi ‘WhatsApp’ menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh, boleh dibilang ‘WhatsApp’ merupakan aplikasi wajib pengguna smartphone saat ini. Kehadiran ‘WhatsApp’ perlahan menggantikan aplikasi serupa sebelumnya yakni ‘BlackBerry Messenger’ milik brand BlackBerry yang lebih dulu popular di tanah air.

Sebuah fakta mencengangkan, dilansir Channel NewsAsia, Kamis, 27 April 2017, informasi ini pertama kali diungkapkan Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Johari Gilani kepada media Berita Harian. “Jika admin terlibat secara langsung menyebarkan dan membiarkan berita palsu, dia tentu akan dihukum,” kata Johari.

Menurut aturan ini, seorang admin bertanggung jawab untuk menghapus keanggotaan pengguna WhatsApp yang ketahuan menyebarkan kabar hoax di dalam grup. Kalau tanggung jawab itu tidak dilakukan, maka pihak berwajib berhak untuk membawa admin ke hadapan hukum.

Tak hanya di Malaysia, Polisi di negara bagian Karnataka, India, menahan seorang admin grup WhatsApp setelah seorang anggota grupnya membagikan gambar perdana menteri India yang telah diedit Photoshop sehingga terlihat seronok dan tidak pantas. Seperti diketahui, Aplikasi pesan WhatsApp sangat populer di India, di mana sekitar 96 persen pengguna telepon pintar mengunakan aplikasi tersebut.

India mengancam admin grup WA untuk mendekam dalam penjara jika mereka tidak mengusir anggota grup yang telah menyebarkan informasi palsu atau ‘Hoax’. Aturan di negara Bollywood tersebut memang mengharuskan seorang admin memiliki identitas yang jelas dan bertanggung jawab.

Penulis: Muhammad Iswan
Foto; Istimewa