Perhatian! Konsumsi Telur Mentah Sehat Atau Bahaya?

19-05-2017 02:05:53 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Bagi sebagian orang, mengkonsumsi telur mentah dipercaya dapat menambah kekuatan serta vitalitas terutama bagi kaum pria. Berbeda dari telur yanbg sudah matang atau setengah matang, telur mentah menawarkan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, lemak baik, dan antioksidan yang maksimal. Dalam keadaan mentah, nutrisi-nutrisi tersebut kadarnya lebih tinggi. Proses memanaskan dan memasak telur berisiko mengurangi kadar vitamin A, B5, dan kalium.

Sebuah penelitian dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2004 menguak bahwa manusia justru menyerap protein lebih banyak dari telur yang sudah matang. Dalam keadaan mentah, protein yang bisa diserap dalam tubuh hanya sebesar 50%. Sementara kalau telur sudah matang, protein yang diserap tubuh bisa mencapai 90%.

Selain itu, mengkonsumsi telur mentah juga ternyata tidak baik bagi kesehatan. Dikutip dari Liputan6.com,  “kenapa telur mentah berbahaya untuk kesehatan. Rupanya, hal ini karena ada bakteri salmonella di dalam telur mentah. Jika masuk ke dalam tubuh, salmonella bisa menyebabkan penyakit thyphoid atau yang biasa dikenal sebagai tifus. “

“Untuk memastikan bakteri salmonella tidak ada, pastikan telur disimpan dengan benar, yaitu di dalam kulkas. Sebelum dimakan, telur juga harus dimasak sampai matang, dan, jika menemukan telur yang cangkangnya sudah rusak, harus segera dibuang,” ungkap dr. Nadia Octavia dari Klik Dokter 

Dari mana asal bakteri salmonella?

Bakteri ini menempel pada cangkang telur serta hidup di dalam telur mentah. Makan telur mentah adalah salah satu penyebab terbanyak infeksi bakteri salmonella. Penyebab infeksi bakteri lainnya adalah makan daging mentah dan tertular dari binatang peliharaan. Akan tetapi, salmonella tidak tahan panas sehingga kalau dimasak sampai matang, bakteri ini akan mati.

Gejalanya antara lain kram perut, mual, diare, dehidrasi, demam, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa berlangsung mulai dari 4 hingga 7 hari. 

Penulis: Muhammad Iswan
Foto: Istimewa