200 Tahun Kebun Raya Bogor, Ini Sejarah Singkatnya

18-05-2017 05:05:38 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Siapa sih yang belum tau tentang Kebun Raya Bogor? Bahkan ketika mendengar namanya disebut aja pasti kamu sudah tidak akan asing lagi dengan nama ini, Yap namun jika sekedar tahu saja tidaklah cukup karena kamu akan merasa penasaran jika mendengar nuansa – nuansa alam yang yang ada di lingkungan Kebun Raya Bogor.

Meski sejarah mencatat pendirian Kebun Raya Bogor dimulai pada 18 Mei 1817, setidaknya kebun raya ini diduga pernah menjadi bagian hutan atau taman buatan (Samida) yang telah ada pada pemerintahan Kerajaan Sunda pada abad ke 15. Seperti yang terekam pada prasasti Batutulis di Desa Batutulis, Bogor.

Berdasarkan catatan sejarah, hutan buatan ini kemudian dibiarkan ketika Kerajaan Sunda ditaklukkan Kesultanan Banten. Lalu Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatannya di salah satu sudut hutan itu pada pertengahan abad ke-18.

Pada awal 1800-an, Gubernur Jenderal Samford Raffles yang tinggal di Istana Bogor pun mengembangkan halaman istana menjadi taman cantik. Saat Olivia, istri Raffles wafat, di kebun itu pun didirikan monumen peringatan terhadap sang istri.

Taman itu kemudian diubah jadi kebun raya atas ide ahli biologi bernama Abner dan pengarahnya adalah Profesor Caspar Georg Karl Reinwardt, seorang ahli botani pendiri Herbarium Bogoriense. Sekitar 47 hektare tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida menjadi areal pertama Kebun Raya Bogor. Setidaknya ada 900 tanaman yang dipelihara di sana waktu itu.

Pendiriannya ditandai dengan ayunan cangkul oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen. Saat itu kebun raya Bogor masih bernama 'sLands Plantentuin te Buitenzorg.

Menurut Keterangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pada era 1880-1909, Dr. Merchior Treub sebagai kepala kebun raya saat itu, membawa Kebun Raya Bogor berkembang menjadi lembaga penelitian alam tropis terbesar. Tonggak penting lainnya terjadi pada 1950 saat Prof. Kusnoto Setyodiwiryo menerjemahkan dan mengubah nama 'sLands Plantentuin te Buitenzorg menjadi Kebun Tumbuhan Negara yang secara resmi bernama Kebun Raya Indonesia.

Apa saja yang sudah dicapai kebun raya yang kini luasnya sudah mencapai 87 hektare ini? Kebun Raya Bogor sudah memiliki koleksi tumbuhan 12.531 spesimen. Tumbuhan ini dikelompokkan pada 3.228 spesies, 1.210 marga, dan 214 suku. 

Tak hanya menyimpan belasan ribu koleksi tanaman, Kebun Raya Bogor juga memiliki fungsi tempat konservasi tumbuhan, tempat penelitian, pendidikan lingkungan, wisata, dan jasa lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, Kebun Raya Bogor mengalami beberapa kali perubahan nama mulai dari Islands Plantentuin te Buitenzorg pada era Direktur Reinwardt 1817-1822 sampai Direktur Melchior Treub 1880-1910. Selanjutnya nama Kebun Raya menjadi Botanisch Tuin te Buitenzorg dimana H J Wigman 1893-1921 dan PMW Dakus 1921-1942 menjabat sebagai kepalanya.

Pada masa Sudjana Kassan menjabat, nama Kebun Raya menjadi Hortus Botanicus Bogoriensis. Sudjana orang pribumi pertama yang menjabat kepala kebun raya.

Penulis: zacrafter
Foto: istimewa