Pasangan Berselingkuh, Haruskah Bercerai?

17-05-2017 11:05:32 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Idealnya pernikahan bisa berjalan hingga maut memisahkan. Sayang, keinginan tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan, pasalnya di tengah perjalanan konflik dalam rumah tangga seperti perselingkuhan bisa saja dialami. Ketika hal ini terjadi, bagaimana menyikapinya?

Semua pasangan di muka bumi ini pada awalnnya, saat mengikat janji dalam pernikahan tentu akan berharap yang terbaik. Bahwa pernikahan yang dijalani bisa berjalan lancar dan mampu membina bersama hingga usia senja. Sayangnya, di tengah perjalanan beragam konflik kerap menghadang. Termasuk masalah perselingkuhan.

Perselingkuhan sendiri memang kerap dianggap sebagai musuh besar sebuah pernikahan. Tidak heran kalau ada pasangan yang memasang harga mati, ketika menemukan fakta kalau pasangannya selingkuh maka langkah selanjutnya adalah bercerai. Pertanyaannya, benarkah perselingkuhan harus diselesaikan dengan perceraian?

Dalam hal ini Anna Surti Ariani, S. Psi.,M.Si, selaku psikolog anak dan keluarga mengungkapkan bahwa perselingkuhan sebenarnya bukan akhir dari pernikahan. Walaupun demikian, ia pun tidak menampik bahwa tidak sedikit pasangan yang sering kali memutuskan bercerai setelah mengetahui pasangannya berselingkuh.

Menurutnya keputusan tersebut sering kali dipicu karena adanya masa lalu yang buruk. Misalnya, akibat orang terdekatnya atau orangtua melakukan perselingkuhan. Ada juga yang tidak paham bahwa sebenarnya semua masalah dalam rumah tangga bisa diselesaikan, termasuk masalah perselingkuhan.

Bukan Perkara Seks Semata

Berbicara mengenai alasan perselingkuhan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan M. Gary Neuman, terhadap 200 suami dapat diketahui bahwa alasan perselingkuhan tidak hanya karena urusan seks semata. Penasihat pernikahan yang juga menulis buku “The Truth About Cheating” ini menyebutkan 48% pasangan yang berselingkuh disebabkan karena ketidakpuasan secara emosional. Di mana para suami yang berselingkuh merasa kerja kerasnya kurang dihargai oleh pasangan.

Ketika komitmen dalam rumah tangga rusak akibat perselingkuhan, sesungguhnya ada banyak faktor yang harus pertimbangkan. Walaupun terasa sangat sulit, kenyatannya ada beberapa kasus perselingkuhan yang memang layak untuk dimaafkan. Yang jelas, saat peselingkuhan terjadi sudah bisa dipastikan bahwa perlu kerjasama antara kedua belah pihak untuk memperbaikinya.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat kesepakatan lebih dahulu dengan pasangan. Mau dibawa ke mana pernikahan ini? Bagaimana cara mengatasinya? Apakah kedua belah pihak perlu waktu untuk intropeksi lebih dulu? Atau apakah perlu atau tidak bantuan dari pihak luar?

Ada kalanya untuk memperbaiki pernikahan, pasangan perlu bantuan dari orang lain. Bisa ngobrol dan konsultasi dengan orangtua, sahabat, pemuka agama ataupun konselor pernikahan.

Apabila keduanya memang sudah sepakat untuk memperbaiki hubungan dengan memaafkan pasangan yang sudah berselingkuh, maka perlu usaha untuk memperbaiki hubungan. Mencari cara bagaimana hubungan menjadi lebih memuaskan dan menyenangkan untuk kedua belah pihak. Setelah itu, jangan sampai lupa pentingnya menjaga komunikasi. Sebab, komunikasi bisa menjadi cara yang efektif untuk memupuk rasa saling percaya di antara pasangan.

Selain itu jangan lupa untuk menciptakan keintiman dengan pasangan. Jangan karena sudah sibuk dengan pekerjaan dan mengurus anak, keintiman dengan pasangan dikesampingkan. Waktu untuk ‘pacaran’ itu harus ada.

Patut diakui, setelah sibuk menjalankan segala rutinitas, banyak pasangan terjebak pada anggapan bahwa keintiman dengan pasangan, termasuk masalah hubungan seks bukanlah sesuatu yang penting. Padahal, hubungan mesra dengan sentuhan romantis perlu untuk diciptakan.

Biar bagaimana pun, perceraian memang bukan satu-satunya jawaban yang bisa dipilih. Kenyataannya tidak ada pernikahan yang sempurna dan terbebas dari konflik. Oleh karena itu, sepatutnya setiap pasangan bisa memandang pernikahan secara realistis.

Untuk itulah,  sebelum mengambil keputusan besar untuk bercerai, ada baiknya melakukan setiap pasangan melakukan review terhadap diri sendiri terlebih dahulu. Kemudian, berkembang dengan me-review kondisi pernikahan. Dengan begitu, kita akan tahu dan bisa menemukan jawaban pasangan kita selingkuh dan bisa memutuskan langkah selanjutnya. Setuju? 

Penulis: zacrafter
Foto: istimewa