5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Bekali Anak Pendidikan Seks

15-05-2017 11:05:02 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Untuk membahas masalah seks pada anak memang tidak mudah, apalagi yang ada di dalam pikiran orang tua ketika mendengar kalimat “pendidikan seks di usia dini” adalah mengajarkan anak untuk berhubungan seksual.

Sehingga orang tua tidak ingin atau enggan untuk mengajarkannya. Namun, mengajarkan pendidikan seks pada anak harus diberikan agar anak tidak salah melangkah dalam hidupnya.

Dengan mengajarkan pendidikan seks pada anak, diharapkan dapat menghindarkan anak dari risiko negatif perilaku seksual maupun perilaku menyimpang.

Dengan sendirinya anak diharapkan akan tahu mengenai seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat, serta dampak penyakit yang bisa ditimbulkan dari penyimpangan tersebut.

Cara yang dapat digunakan mengenalkan tubuh dan ciri-ciri tubuh antara lain melalui media gambar atau poster, lagu dan permainan. Pemahaman pendidikan seks di usia dini ini diharapkan anak agar anak dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai seks.

 Hal ini dikarenakan adanya media lain yang dapat mengajari anak mengenai pendidikan seks ini, yaitu media informasi. Sehingga anak dapat memperoleh informasi yang tidak tepat dari media massa terutama tayangan televisi yang kurang mendidik.

Berikut  5 hal yang harus Anda pertimbangkan saat akan mengajarkan pendidikan seks dini dan masalah pelecehan seksual pada anak Anda:

  1. Berapa usia yang tepat?

Para ahli mengatakan bahwa orang tua harus membuat anak-anak mereka menyadari pelecehan seksual sedini ketika mereka berusia dua tahun. Psikolog klinis dan penulis Seema Hingorrany mengatakan, pembahasan pada usia tiga tahun harus sudah mulai dilakukan tentang tentang benar dan salah terkait sentuhan pada organ tubuhnya.

  1. Buat diskusi sederhana

Untuk membahas pelecehan seksual dengan anak Anda, Anda tidak perlu masuk ke rincian tentang apa perkosaan. Orang tua harus menjelaskan tentang penyalahgunaan dari sudut pandang anak sehingga mereka diberitahu dengan baik dan tidak takut tentang semuanya. Ajarkan mereka tentang sentuhan yang baik dan sentuhan buruk di awal kehidupan sehingga dia menyadari bahwa beberapa bagian tubuh tidak boleh disentuh oleh siapa pun.

  1. Bicara tentang aturan

Anak-anak dapat memahami aturan lebih cepat daripada orang dewasa. Mereka harus diberitahu bahwa bahkan ketika ia sedang pergi ke toilet di sekolah, tak seorang pun harus diizinkan untuk menyentuh  bagian-bagian pribadinya itu.

Anak-anak harus diberitahu bahwa selain orang tua jika seseorang menyentuh mereka, bahwa jika ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman, mereka harus segera melaporkannya kepada orang tua mereka.

  1. Cara berkomunikasi

Biasakan untuk meminta anak Anda apa yang telah terjadi di sekolah secara teratur.Ketika anak-anak tumbuh sedikit lebih tua, orang tua harus duduk dan berkomunikasi tentang bagaimana beberapa orang mencoba untuk lebih dekat dengan mereka, untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan seksual anak.

Orang tua harus menjaga kontak mata yang tepat dan tidak merasa malu berbicara dengan mereka mengenai hal ini. Jangan pernah mengabaikan ketika seorang anak bertanya. Anak-anak sangat penasaran dengan alam dan semakin Anda menjawab, semakin bisa menjaga diri mereka.

  1. Jaga Nada Bicara

Nada di mana Anda berkomunikasi dengan anak sangat penting. Dalam hal ini, nada tidak boleh keras dan tidak harus berarti bahwa Anda memarahinya. Intonasi suara harus mencerminkan sensitivitas dan harus muncul untuk agar anak tahu jika orang tuanya berusaha melindunginya.