RANSOMEWARE WannaCry Teroris Siber yang Gegerkan Dunia

14-05-2017 10:05:43 By Addo Richard
img

Jakartavenue - Ada peristiwa menarik yang terjadi pada Sabtu (13/5) dini hari kemarin, Dunia diserang ransomware WannaCry dan melumpuhkan berbagai perangkat dan jaringan komputer di berbagai negara di dunia. Diantaranya mengganggu produksi pabrik mobil Perancis, Renault, mengusik sistem Bank Sentral Rusia.

Kejadian serupa terjadi pula di Inggris, di mana setidaknya 16 rumah sakit menjadi korban WannaCry. Hanya dalam waktu kurang dari dua hari sejak Jumat kemarin, sang ransomware sudah menyebar ke 99 negara dan menginfeksi puluhan ribu, kalau bukan ratusan ribu, sistem komputer.

Ransomware WannaCry merupakan program jahat yang masuk ke komputer tanpa diketahui atau tidak terdeteksi, kemudian mengenkripsi data di dalamnya sehingga komputer terkunci dan tidak bisa dipakai. Ransomware ini memiliki ransom note dengan multi bahasa, atau setidaknya mendukung lebih dari 25 bahasa. WannaCry juga mengenkripsi semua file tanpa pandang bulu.

Proses penyebaran masif disebabkan juga agresifitas ransomware yang terus bekerja secara terstruktur, misal, apabila salah satu komputer perusahaan terinfeksi oleh WannaCry, Worm pada ransomware akan mencari sendiri komputer yang rentan untuk diinfeksi, sehingga dalam waktu singkat WannaCry bisa meruntuhkan sebuah sistem atau jaringan dalam perusahaan.

Malware hanya menampilkan pesan di layar komputer yang isinya meminta tebusan Rp 4 juta dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin yang transaksinya tak bisa dilacak.

Di Indonesia, berdasarkan laporan yang diterima oleh Kominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan menyampaikan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang sumber daya sangat penting (critical resource).