Wow, Ini Dia Eksotisme Sang Perawan Ujung Genteng

11-05-2017 10:05:47 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Ya, jangan samakan Ujung Genteng dengan Ancol yang kaya dengan berbagai fasilitas memanjakan. Ujung Genteng juga bukan Anyer atau Carita yang dari Jakarta dapat ditempuh hanya dua jam di jalan mulus dan lurus. Ujung Genteng hanya punya eksotisme yang perawan dan tak tertandingi: lengkung biru langit yang berakhir di atas riak garis ombak Samudra Hindia, karangkarang kokoh alami yang membaur dengan pasir nan putih, matahari merah bundar di saat menjelang tenggelam, bisu sisasisa dermaga peninggalan Belanda, ikan-ikan segar tangkapan nelayan di pelelangan, kilau mata penyu-penyu hijau saat bertelur.

Terletak sekitar 120 km dari kota Sukabumi ke arah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, Ujung Genteng adalah pantai nan eksotis. Ujung Genteng memiliki dermaga tua peninggalan Belanda. Namun kita hanya dapat menyaksikan puing-puingnya saja. Kearah timur dari Ujung Genteng terdapat pula lokasi pelelangan ikan, yang cukup ramai.

Pada pukul 5 sampai 9 pagi berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan yang telah semalaman melaut diperjualbelikan di sana dengan harga yang tentunya jauh lebih murah dan lebih segar.

Selain itu, Ujung Genteng punya pantai Pangumbahan, tempat di mana penyu-penyu hijau bertelur di tepi pantai saat malam hari. Untuk menyaksikan penyu bertelur disarankan tidak gaduh atau keributan atau membuat penerangan dalam bentuk apa pun karena hal ini bisa menjadikan sang penyu enggan bertelur. Begitu telur mulai dikeluarkan barulah kita bisa mendekat dan mengamatinya dengan menggunakan senter atau alat penerangan lain. Jumlah telur yang dikeluarkan dari seekor penyu hijau bisa mencapai 200 butir.

Muara Cipanarikan merupakan salah satu objek wisata lain yang menarik di Ujung Genteng. Muara yang merupakan tempat bertemunya sungai Cipanarikan dengan laut ini membentuk alur membelok terlebih dahulu sebelum masuk ke laut, sehingga terbentuk hamparan pasir yang cukup luas dengan bentuk pasir yang sangat halus. Lokasi ini sangat cocok sebagai tempat bermain pasir bagi anak-anak. Di muara ini banyak pula binatang seperti kepiting, belibis, biawak dan ikan-ikan muara. Bila kita menelusuri sisi pantainya banyak pula dijumpai ikan-ikan hias khas warnawarni ikan air laut yang berenang bebas di sela-sela karang.

Daya tarik Ujung Genteng lainnya adalah Ombak Tujuh yang terletak sekitar 15 Km dari Pangumbahan yang bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 3-4 jam. Ini kawasan favorit bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar karena ombaknya yang selalu berurutan tujuh ombak dan tinggi. Di sekitar ombak tujuh ada beberapa pulau kecil yang memiliki pantai sangat alami. Untuk sampai ke sana dapat menggunakan motor dan bila musim hujan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Cibuaya adalah lokasi yang cocok untuk berendam atau berenang karena merupakan cekungan pantai yang memiliki kedalaman yang bervariasi, dari mulai 0,5 meter sampai 6 meter. Di dalamnya juga terdapat terumbu karang yang indah. Lokasinya sangat cocok untuk menikmati matahari sore, juga memiliki air laut yang cukup bersih dan jernih. Terkadang bila musim ikan kakap atau krapu, Cibuaya merupakan tempat ideal untuk memancing.

Sekali lagi, Ujung Genteng memang bukan Ancol, Anyer, atau Carita. Tapi jika Anda travelers sejati, Ujung Genteng pasti tak akan membuat kecewa. 10 jam perjalanan dari Jakarta tak akan terlalu menjenuhkan karena keindahan alamnya dan banyak tempat peristirahatan atau rumah makan yang layak untuk disinggahi.

Penulis: zacrafter
Foto: istimewa