Hati-Hati Kerupuk Digoreng Pakai Plastik, Ini Cara Mendeteksinya

06-05-2017 09:05:57 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Adakah JV Readers yang tidak mengenal kerupuk? Sebagian besar pasti kenal, bahkan tim JakartaVenue yakin banyak yang menyukai kerupuk. Selain rasanya yang gurih, kerupuk dapat menambah selera makan kita semakin lahap.

Namun belakangan beredar banyak makanan ataupun penganan yang digoreng bercampur dengan plastik secara sengaja, terutama kerupuk. Hal ini banyak dilakukan oknum penjual dengan maksud mendapatkan keuntungan yang besar, tanpa memikirkan kesehatan orang lain yang mengkonsumsinya. Lantas bagaimana cara kita mendeteksinya?

Sebelum membahas tentang hal ini, tim JakartaVenue ingin menjelaskan tentang bahaya plastik bagi kesehatan tubuh manusia. Plastik yang tertelan masuk kedalam tubuh melalui makanan yang kita makan, sekecil apapun sangatlah berbahaya. Karena plastic adalah bahan yang tidak mudah dicerna, sehingga membuat organ cerna tubuh bekerja lebih keras. Bila ini terjadi secara terus menerus maka akan sangat membahayakan sekali. Menurut penjelasan medis yang dikutip dari klikdokter.com ini, plastik yang masuk kedalam tubuh dapat menyebakan timbulnya berbagai penyakit kanker.

Oleh karena itu sebaiknya JV Readers sekalian harus lebih berhati-hati apabila ingin menyantap kerupuk ataupun makanan yang dijual dengan cara digoreng. Bukan tidak mungkin sang penjual ini sengaja mencampurnya dengan plastik. Bagaimana cara mengenali atau mendeteksi kerupuk yang kita makan aman dari plastik? Caranya adalah dengan memperhatikan tampilan kerupuk tersebut, dimana kerupuk yang dicampur plastik memiliki warna yang cerah, mengkilap, dan memiliki aroma atau bau tertentu.

Selain tampilan, cara lain mendeteksi kerupuk yang dicampur plastik adalah dengan cara membakarnya. Saat terbakar kerupuk berubah warna, apabila warna yang terlihat hitam pekat dan mengeluarkan bau tertentu maka yakin bahwa kerupuk tersebut dibuat atau digoreng campur plastik. Untuk lebih yakin lagi memang JV Readers harus membawanya ke laboratorium guna pemeriksaan atau pendeteksian lebih lanjut. Hanya dua cara tadi bisa kita pakai sebagai pendeteksian awal saja, agar kita lebih waspada terhadap kerupuk yang akan kita konsumsi. Jadi jangan JV Readers resah atau takut untuk memakan kerupuk, karena sekarang sudah tahu bagaimana cara mendeteksinya.