Art Market Jakarta 7 Sisakan Pengalaman Berharga

04-05-2017 02:05:36 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Tuntas sudah gelaran Art Market Jakarta 7 yang digelar selama dua hari mulai dari 28 April sampai 30 April 2017 di Kuningan City. Selesainya event tersebut bukan berarti hampa begitu saja, tetapi banyak menyisakan pengalaman-pengalaman berharga baik bagi contributor yang terlibat maupun pengunjung.

Acara bazaar karya seni dan art merchandise, Art Market Jakarta yang ketujuh oleh Catalyst Arts ini merupakan pasar alternative bagi seniman, ilustrator dan brand kreatif lokal. Banyak yang terkesan dengan penyelebggaraan tersebut, seperti Resatio curator dari Pagggges sebuah platform yang membuat zine dan art book mengaku terkesan dengan antusiasme pengunjung.

“Ga nyangka antusias pengunjung mengenai zine dan art book cukup bagus. Bahkan ada yang bilang kalo dia jadi terinspirasi untuk bikin zine juga. Berarti salah satu misi pagggges untuk menginspirasi orang lain berhasil,” tuturnya selepas acara berlangsung.

Selain terkesan dengan antusias dari pengunjung terhadap Pagggges, Resatio juga merasa senang sekali karena punya kesempatan untuk bertemu dan mengobrol dengan pekerja visual dan pengunjungnya.

Untuk salah satu brand kreatif lokal yang ada di Art Market Jakarta 7, bits & bobs juga mengaku senang dengan antusiasme pengunjung yang semakin beragam. “Momen yang sangat memorable dari art market ini untuk saya adalah antusias pembeli. Di art market kali ini produk bits & bobs makin beragam dibanding 2 art market sebelumnya dan juga kali ini ada beberapa promo yang menarik,” papar Angela, founder dari bits&bobs.

Dari pengunjung juga ada yang menuturkan ceritanya yang antusias dengan karya dari illustrator Galih Sakti Wismoyo di Art Market Jakarta 7. “Semua karya seni yang dijual di Art Market pengen saya beli. Tapi lain saat saya pertama kali mengunjungi booth Galih Sakti. Jenis jualannya tak banyak. Namun semuanya menarik. Motif-motif dalam shawl yang detail, kaya warna, dan sarat makna. Saya membeli 1 selendang bermotif Totem Toraja dan ngobrol langsung dengan pembuatnya memberikan kesan lain. Makna di balik karya-karyanya sangat personal dan emosional. Saya percaya, jika seseorang membuat sesuatu pakai hati, energi itu akan sampai ke pembeli. Dan saya menemukannya di acara ini,” ungkapnya setelah mengelilingi booth bazaar.

Selain bazaar, juga ada kompetisi foto berhadiah di Giant Wall yang didukung oleh Jotun Indonesia dimana Giant Wall tersebut dilukis oleh tiga visual artists, yakni Addy Debil dari Bandung, Orkibal dari Kuala Lumpur, dan Arya           Mulawarma dari Jakarta. Workshop di A         Zone yang terdiri dari Zine Making dan Silkcsreen Printing pun tak kalah ramainya dengan jumlah pengunjung yang berfoto di Giant Wall. Live music performance dari Vinyl DJ Dua Sejoli, Dick Tamimi, Mar Galo dan Zaenal Aben, Indische Party, Sisitipsi, dan Mondo Gascaro juga menjadikan acara ini semakin semarak.