Mengenal Artis Cilik yang Sekarang Menjelma Jadi Gadis Cantik

29-04-2017 10:04:11 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Shafa Tasya Kamila atau yang akrab di panggil Tasya ini lahir di Jakarta, 22 November 1992 yang sekarang telah berumur 25 tahun. Tasya yang juga berdarah Minangkabaun ini masuk ke dunia hiburan Indonesia sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Waktu itu secara tidak sengaja seorang ibu menawari Tasya untuk menjadi bintang iklan dan mengantar ke salah satu biro iklan.

Setelah melalui beberapa kali casting, Tasya mendapatkan kontrak untuk sebuah produk susu. Sejak itu, Tasya yang berdarah jawa dari ayahnya ini terus menjadi bintang iklan, seperti produk asuransi, department store, keju, pasta gigi, permen, dan bedak.

Tahun 1998, anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Gatot Permadi dan Isverina ini mendapat kontrak iklan eksklusif untuk produk pasta gigi. Berawal dari iklan inilah, sosok Tasya menarik perhatian sebuah rumah produksi yang menawarinya bermain di sinetron. Pada tahun 1998 Tasya main di beberapa episode sinetron berjudul Takdir. Kemudian dia bermain dalam film televisi Kupu-kupu Ungu dan Nyanyian Burung. Sinetron lain yang pernah dibintangi Tasya antara lain Matahariku, Tasya, dan Jangan Menangis Adinda.

Meski sibuk syuting iklan dan sinetron, Tasya masih menyempatkan diri les menyanyi di Bina Vokalia, dan sekolah vokal yang dikelola oleh Elfa Secioria. Kesempatan masuk dapur rekaman datang pada tahun 2000. Album perdananya adalah Libur Telah Tiba, yang mengunggulkan lagu "Libur Telah Tiba" ciptaan A.T Mahmud. Setelah sukses dengan album pertamanya yang terjual 350 ribu kopi, Tasya kembali mengeluarkan album keduanya yang bertajuk Gembira Berkumpul di tahun 2001. Dalam album ini, Tasya masih mengandeng A.T Mahmud serta berkolaborasi dengan Duta (Sheila on 7) dalam lagu ciptaan Eross berjudul "Jangan Takut Gelap".

Adik dari Muhammad Fatha Permana dan Dhenia Lizariani Hafsha ini mengeluarkan album religious pada tahun 2002 untuk menyambut bulan Ramadan bertajuk Ketupat Lebaran . Album keempat Tasya adalah Istana Pizza yang dikeluarkan pada tahun 2003 . Album ini mempunyai konsep penyampaian dongeng dengan lagu.
Dongeng yang ingin disampaikan oleh Tasya melalui albumnya tersebut adalah tentang Istana Pizza yang indah. Istana ini dipimpin oleh Raja Pizza dan Ratu Pizza. Mereka memiliki putri bernama Anapizza. Sang putri memiliki sahabat yang bernama Spagetto.

Raja Pizza memiliki seorang penasihat yang bernama Peri Nini Merica yang akhirnya menjadi musuh Raja Pizza. Namun, atas kebaikan hati Anapizza, kejahatan yang dilakukan oleh Peri Nini Merica berhasil ditumpas. Tak hanya AT Mahmud, Trie Utami juga turut menyumbang satu lagu berjudul "Penghuni Hutan".
Tahun 2005, Tasya meluncurkan The Very Best of Tasya yang berisi 14 lagu terbaik Tasya dari album sebelumnya, antara lain "Anak Gembala", "Barisan Musik", "Jangan Takut Akan Gelap", hingga "Paman Datang". Pada tanggal 20 Juni 2007, Tasya bersama Ricky Subagja, Marshanda, Dian Nitami, dan Farhan resmi diangkat sebagai 'Duta Kampanye Minum Susu'.

Sejak tahun 2005, Tasya diangkat sebagai Duta Lingkungan Hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia. Pada akhir tahun 2012, Tasya meluncurkan album remaja perdananya yang berjudul Beranjak Dewasa. Pendistribusian album tersebut dibantu oleh salah satu perusahaan retail waralaba. Tasya menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2010 dan melanjutkan studinya di Columbia University, New York pada tahun 2016. Namun pada 24 Maret 2017 lalu kabar duka menimpa sang ayah yang dipanggil sang khalik, yang menyedihkan lagi dirinya tidak dapat menghadiri pemakaman sang ayah karena sedang menuntut ilmu. Bahkan kesedihannya bertambah, saat ini Tasya sendirian di negeri orang setelah sang kakak dan keponakannya yang sebelumnya tinggal bersama di Amerika harus kembali ke tanah air untuk menemani sang ibu. Menurut rencana bulan Mei nanti Tasya baru kembali ke Indonesia setelah merampungkan studinya.

Penulis: Chintya
Foto: Istimewa