Cassini Suicide Action, Akhir Penjelajahan Pesawat Luar Angkasa di Saturnus Selama 20 Tahun

27-04-2017 01:04:27 By Addo Richard
img

Jakartavenue | Pesawat luar angkasa tanpa awak milik  Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA)  "CASSINI" dikabarkan segera mengakhiri penjelajahannya di planet Saturnus selama 20 tahun belakangan. Cassini unutk pertama kali diorbitkan pada 15 Oktober 1997 lalu. Tahun 2017 ini, misi Cassini akan diakhiri. NASA bersiap untuk menabrakkannya ke permukaan Saturnus. Persitiwa bersejarah ini diharapkan jadi terobosan besar dunia sains, sehingga Google pun tergerak untuk menjadikannya sebagai Google doodle hari ini. Menjelajahi lntasan baru Titan adalah misi terakhir Cassini sebagai bagian dari "misi bunuh diri" karena kondisinya yang kehabisan bahan bakar.

Perjalanan sulit antara Saturnus dan cincin-cincinya dilakukan dengan kecepatan lebih dari 110.000 kilometer per jam dan berlangsung pada Rabu (26/04) pukul 15:00 WIB. Tukikan Cassini pada 26 April merupakan yang pertama dari 22 manuver yang direncanakan terjadi, sebelum Cassini mengakhiri misinya. "Tidak ada pesawat luar angkasa yang pernah melintasi kawasan unik itu, sehingga kami akan berusaha melintasinya dengan berani sebanyak 22 kali," kata Thomas Zurbuchen dari Direktorat Misi Ilmiah pada markas NASA di Washington DC.

Berkat pesawat ini, para ilmuwan menemukan tujuh bulan di antara cincin-cincin raksasa yang melingkari planet Saturnus. Mengorbit Saturnus selama 13 tahun terakhir, wahana nirawak itu membantu manusia mempelajari planet keenam dalam tata surya tersebut. Nama Cassini diambil dari astronom Italia-Prancis Giovanni Domenico Cassini yang menemukan empat satelit Saturnus dan memperhatikan adanya pembagian cincin-cincin Saturnus pada tahun 1675. Cassini adalah salah satu proyek ekspedisi paling ambisius Badan Antariksa Amerika Serikat, Badan Antariksa Eropa, dan Badan Antariksa Italia. Diluncurkan pada 1997, Cassini menghabiskan waktu tujuh tahun untuk mencapai wilayah orbitnya di Saturnus.