Mitos atau Fakta, Benarkah Nasi Putih Menyebabkan Diabetes?

24-04-2017 04:04:16 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Nasi adalah makanan pokok bagi masyarakat di Indonesia pada umumnya, meskipun tidak semua daerah menjadikannya makanan utama. Tidak hanya Indonesia, tetapi beberapa Negara di Asia juga menjadikan nasi sebagai makanan pokok mereka seperti Tiongkok dan Jepang.

Nasi di Indonesia dikonsumsi untuk makan pagi (sarapan), makan siang dan makan malam bersama lauk pauk serta sayur dengan porsi nasi yang lebih banyak. Walaupun nasi menjadi makanan pokok tetapi bukan berarti tidak ada risiko dibaliknya. Lama beredar kabar di masyarakat tentang mengkonsumsi nasi dapat menyebabkan diabetes, namun kabar tersebut belum seratus persen diyakini dan masih banyak yang bertanya-tanya.

Fakta menyebutkan, seseorang yang mengkonsumsi nasi terlalu banyak akan mengalami peningkatan gula darah. Dalam penelitian yang dilakukan di Jepang dan Tiongkok terungkap bahwa nasi yang dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, hal tersebut juga didukung dengan riset yang dilakukan di Singapura.

Jika mengkonsumi nasi secara berlebihan ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang maka dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin yang memicu diabetes. Karenanya sangat dianjurkan untuk mengonsumsi nasi dengan porsi yang cukup saja tidak berlebihan.

Dalam mengkonsumsi nasi dianjurkan pula untuk tidak memakannya lebih dari jam 7 malam karena metabolisme tubuh tidak seoptimal pada pagi atau siang hari. Nasi sejatinya adalah karbohidrat yang rendah serat dan mudah dipecah oleh tubuh, nah hal inilah yang membuat gula darah akan meningkat setelah makan nasi.

Untuk mendapatkan karbohidrat tidak hanya dari nasi putih saja melainkan juga bisa didapat dari makanan yang lainnya seperti beras merah, singkong, roti gandum, kentang, talas serta makanan mengandung karbohidrat yang bisa dikonsultasikan dengan  dokter Anda.