Menengok Keseruan Komunitas Drone DJI Phantom

19-04-2017 10:04:28 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue |  Mesin terbang Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan sebutan drone,semakin populer. Di kalangan militer, drone dikenal sebagai ”mesin pembunuh” karena memiliki serangan yang mematikan dan daya jelajah sangat luas. Presiden Joko Widodo bahkan sempat mewacanakan pengoperasian drone sebagai alat untuk menjaga pertahanan ekonomi maupun keamanan di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari mengawasi praktik pencurian ikan hingga kayu.

Berawal dari penggunaannya untuk kepentingan militer, seiring waktu, teknologi drone mulai digunakan banyak orang awam, bahkan untuk sekadar hobi; ada yang untuk memuaskan minatnya di bidang fotografi atau produksi film, hingga mulai ada pula yang mengulik pemanfaatannya untuk keperluan bisnis atau retail.

Di Indonesia, mesin kini semakin banyak pemanfaatannya. Penggunaan mesin terbang tanpa awak (nirawak) tersebut bukan lagi hanya sebatas hobi. Beberapa media nasional dan juga Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya sudah menggunakan mesin ini untuk memantau kemacetan hingga banjir di Ibukota.

Dan di Indonesia pula ada komunitas DJI Phantom Indonesia, Komunitas yang terbentuk pada 11 Mei 2014 ini diakui Agung telah melakukan banyak eksperimen dan mengasilkan gambar dan video yang luar biasa. Bahkan, tambahnya, pada Lebaran tahun lalu, National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri menggunakan Phantom untuk memantau lalu-lintas dari udara. Drone tersebut digunakan untuk mengamati rute arus mudik yang mengalami kemacetan, khususnya yang tidak bisa terpantau oleh petugas di lapangan.

Komunitas ini menggemari pesawat jenis Phantom (sebutan untuk pesawat empat rotor atau quadcopter yang dikembangkan oleh perusahaan asal China DJI Innovations) untuk dikoleksi.

Dibentuknya komunitas ini dimaksudkan agar para pengguna atau pehobi drone bisa lebih berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menerbangkan pesawat ini. DJI Phantom Indonesia menyarankan bagi pemula yang baru mencoba drone untuk berlatih dilapangan terbuka, bermain rendah, dan berlatih orientasi sesering mungkin sebelum terbang lebih tinggi. Sebab, selain bisa merusak drone saat crash terjadi, juga bisa membahayakan orang lain di sekitarnya. Bisa dibilang drone ini menggabungkan tiga hobi sekaligus, radio control, videografi, dan fotografi.

Penulis: Irza Noorfityah
Foto: Istimewa