Cegah dan Atasi Kanker Serviks Sejak Dini Dengan Cara Berikut!

17-04-2017 12:04:21 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Kanker masih menjadi ancaman serius dan memiliki angka kematian yang terus meningkat. Tidak semua kanker yang bisa diketahui sejak dini, namun ada jenis kanker yang bisa dideteksi dini sehingga dapat membantu penderita mengatasinyatidak sampai ke stadium mematikan, yaitu kanker serviks.

Kanker serviks atau yang dikenal dengan kanker leher rahim merupakan perubahan sel-sel leher rahim secara tidak normal,  perubahan sel normal pada serviks menjadi sel kanker memakan waktu sekitar 10-20 tahun, sehingga deteksi dini menjadi tahapan penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Cikal bakal penyebab kanker serviks adalah sebuah virus bernama human papillomavirus (HPV). Virus tersebut menyebabkan infeksi menular seksual hingga akhirnya menyebabkan kanker serviks pada wanita. Dalam faktanya semua orang dapat terinfeksi virus HPV tidak peduli pria ataupun wanita.

Infeksi HPV ini ditularkan melalui adanya kontak kelamin meskipun tidak hanya melalui hubungan seks. Para wanita yang pernah behubungan seks dapat memiliki risiko terkena penyakit kanker leher rahim ini. Sebenarnya virus HPV yang menyerang ini sebagian besar akan hilang sendirinya oleh system kekebalan tubuh manusia, namun beberapa virus tidak terbasmi dan mengendap dalam tubuh hingga menyebabkan kanker serviks.

Metode skrining menjadi metode yang efektif mendeteksi adanya tanda pra kanker atau ciri-ciri kanker serviks, sehingga dapat membantu mengatasinya dengan tepat sejak dini. Skrining ini memiliki dua cara yaitu pemeriksaan pap smear dan IVA (Visual Inspection with Acetic Acid).

Pap smear adalah suatu pemeriksaan yang dikakukan pada sel permukaan leher rahim untuk mendeteksi adanya tanda kanker rahim. Para ahli merekomendasikan para wanita berusia 21 tahun keatas untuk melakukan pap smear. Namun bagi wanita yang belum 21 tahun keatas tapi telah berhubungan seks sangat disarankan melakukan tes ini.

Untuk wanita 21 – 65 tahun sebaiknya melakukan tes ini setiap tiga tahun, sedangkan wanita berusia 30 – 65 tahun yang telah dinyatakan negative mengidap HPV disarankan melakukannya tiap lima tahun. Pap smear berguna untuk mendeteksi apakah terdapat perubahan pada sel leher Rahim yang dalam kondisi abnormal.

Pemeriksaan IVA tes dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan asam asetat di daerah mulut Rahim untuk melihat apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi putih ke daerah yang disemprotkana tadi.

Gejala yang timbul apabila seseorang terkena kanker serviks diantaranya; mengalami pendarahan melewati daerah vagina atau pendarahan kontak, adanya keputihan bercampur darah dan berbau, mengalami nyeri disekitar panggul dan kesulitan buang air kecil. Kanker serviks sangat bisa dicegah dengan cara vaksinasi dan menjaga perilaku seks.

Sumber: Berbagai sumber
Foto: Istimewa