Ernest Prakasa, Dimusuhi Banyak Teman karena Songong dan Sok Jago

16-04-2017 12:04:07 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Nama Ernest Prakasa tentu sudah tak asing di jagat stand-up comedy tanah air. Pria kelahiran Jakarta 29 Januari 1982 ini mulai populer sejak dirinya keluar sebagai juara 3 Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 2011 yang merupakan kejuaraan melawak tunggal.  Awal karier Ernest adalah di industri musik, yakni dengan bergabung bersama Universal Music. Ia lalu melanjutkan kiprahnya di Sony Music. Nyaris enam tahun berkutat di industri musik. 

Ernest akhirnya memutuskan diri untuk terjun dan menekuni profesi pelawak tunggal secara penuh. Bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Isman H. Suryaman dan Ryan Adriandhy, Ernest mendirikan Stand Up Indo, sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia, yang hingga kini telah memiliki sub-komunitas di lebih dari 15 provinsi, dan dianggap sebagai salah satu perintis budaya komedi tunggal di Indonesia. Ernest pun diangkat sebagai Ketua pertama dari Stand Up Indo hingga Juni 2013.

Terlahir sebagai anak orang kaya, Ernest harus menerima kenyataan dibenci teman-temannya karena sifatnya yang songong dan sok jago. Benarkah sosok Ernest yang konyol memiliki sifat songong, ? tentu saja tidak. Sifat songong Ernest serta dimusuhi para teman ternyata hanya sebuah naskah film terbaru yang diperankan Ernest yang berjudul "Stip & Pencil" yang segera tayang pada 19 April 2017 mendatang.

"Stip & Pencil" adalah Sebuah Film Drama Indonesia Terbaru Produksi MD Pictures, garapan Sutradara Ardy Octaviand dan di-Bintangi oleh Ernest Prakasa, Ardit Erwandha, Tatjana Saphira dan Indah Permatasari. Berikut sinopsisnya ; Film ini berkisah tentang empat orang siswa SMU yang berasal dari keluarga berada yang beranggotakan Toni (diperankan Ernest Prakasa), Aghi (diperankan Ardit Erwandha), Bubu (diperankan Tatjana Saphira), dan Saras (diperankan Indah Permatasari). Mereka selalu menganggap remeh siswa lain, namun hal ini malah membuat mereka justru dibully oleh siswa lainnya bukannya malah ditakuti.

Suatu hari mereka mendapat tugas essay untuk menulis masalah sosial dari Pak Adam (Pandji Pragiwaksono). Alih-alih menulis essay mereka malah sok bikin tindakan yang lebih kongkrit dengan membangun sekolah untuk anak anak orang miskin di kolong jembatan. Pada awalnya mereka mengganggap semuanya akan enteng dan gampang, namun ternyata semuanya tidak semudah yang mereka bayangkan. Dengan banyak sekali rintangan dan juga tantangan yang menghadang di sekeliling mereka dimulai dari kepala suku pemulung di sana, Pak Toro ( Arie Kriting ), si anak kecil yang Bengal, Ucok ( Iqbal Sinchan ) dan emaknya Ucok, Mak Rambe ( Gita Bhebhita ) yang tidak setuju anaknya mengikuti sekolah gratis yang dibuka oleh Toni cs. Selain itu juga terdapat Edwin ( Rangga Azof ) yang sering meledek mereka di sekolah dan selalu meremehkan mereka.

Berhasilkah mereka mewujudkan keinginannya untuk mendirikan sekolah buat anak anak miskin itu,? simak kisah lengkap mereka di bioskop - bioskop kesayangan kalian 19 April mendatang.