Belajar Bahasa Inggris Disini Ternyata Sangat Menyenangkan, Mulai Dari Yoga Sampai Dapat Jodoh

10-04-2017 03:04:39 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Menguasai bahasa selain dari bahasa Negara kita sendiri adalah suatu hal yang menyenangkan dan juga menjadi nilai lebih baik dari pergaulan maupun pekerjaan. Namun faktanya banyak masyarakat yang memiliki kendala dalam memahami dan menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris, padahal banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bersentuhan dengan bahasa Inggris.

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan secara internasional, karenanya banyak dijumpai tulisan atau informasi menggunakan bahasa Inggris diseluruh Negara termasuk Negara kita. Untuk hal sederhana saja seperti pada penggunaan perangkat elektronik, hampir disemua perangkat tersebut akan ditemukan instruksi atau informasi menggunakan bahasa Inggris.

Sebetulnya masalah terberat dalam menguasai bahasa Inggris adalah percaya diri. Seperti yang dikatakan oleh Kish Gill, Presiden Direktur Wall Street English Indonesia bahwa perlu dibangun kepercayaan diri agar dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbahasa Inggris.

“Wall Street English Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetisi di antara orang dewasa di Indonesia dengan membangun rasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan efektif dalam bahasa Inggris, yang merupakan bahasa internasional. Kami percaya jika orang Indonesia dapat menguasai bahasa Inggris, kita dapat lebih berkompetisi secara lokal dan internasional, secara individual maupun dalam bisnis di Indonesia. Hal ini menjadi sangat relevan dikarenakan Indonesia telah menjadi salah satu negara yang perlu diperhitungkan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN dan juga di panggung dunia.” Ungkap Kish Gill dalam acara pembukaan cabang terbaru Wall Street English Indonesia di Mall Kelapa Gading 3, Jakart Utara.

Wall Street English (WSE) memiliki metode khusus yang disebut “Blending Learning Method”. Metode tersebut sudah diakui secara luas sebagai metode yang sangat efektif untuk orang dewasa dalam pembelajaran. Metode tersebut mengkombinasikan peralatan digital dengan interaksi face-to-face dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran bahasa Inggris, dengan tujuan untuk membantu orang dewasa dalam belajar bahasa Inggris dengan percaya diri.

Murid-murid di WSE akan dibuat seakan-akan berada di Negara yang berbahasa Inggris dengan mewajibkan semua murid menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Disamping itu juga murid bisa menentukan sendiri waktu belajar dari Senin sampai dengan Minggu, jadi para murid tidak akan terkendala waktu.

Di WSE, para murid dibuat aktif dalam berinteraksi sosial seperti dalam setiap harinya selalu diadakan kegiatan mulai dari memasak, yoga, salsa, diskusi-diskusi hingga pesta dan arisan. “Kami ingin menciptakan suasana dimana setiap member kami dapat bersantai, hang-out, bersosialisasi, dan menggunakan bahasa Inggris tanpa ada perasaan takut untuk diadili atau merasa bersalah. Hanya dengan cara itulah seseorang dapat benar-benar membangun rasa percaya diri” kata Kish.

Ditambahnya juga bahwa WSE memiliki nilai tambah dengan setiap cabangnya memiliki club sosial yang berbeda-beda tergantung dari demografi cabang tersebut. Contohnya, “Women of Wallstreet” merupakan sebuah club yang berkumpul seminggu sekali di cabang MKG untuk acara arisan. Kami tidak menjual les Bahasa Inggris. Namun, apa yang kami tawarkan adalah sebuah gaya hidup yang dapat memperkaya pengalaman hidup anda, dimana semua itu akan membuka pintu untuk mendapatkan berbagai macam kesempatan bagi para member kami, dari networking hingga career development, bahkan menemukan jodoh/partner hidup,” kata Kish Gill.

Didirikan sejak tahun 1972 hingga kini WSE telah memiliki 450 cabang dari 28 Negara di seluruh dunia. Untuk di Indonesia sendiri Wall Street English hadir pada tahun 2007 dan sekarang memiliki 7 cabang yaitu Ratu Plaza, Kota Kasablanka, Central Park, Mal Kelapa Gading 3, Mall Alam Sutera, Pondok Indah Mall 2 dan Paris Pan Java, Bandung.