‘Sebelum Tidur", Film dengan live Scoring Karya LogikaRasa

30-03-2017 08:03:52 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Galeri Indonesia Kaya menyajikan film berjudul Sebelum Tidur yang ditampilkan live scoring oleh LogikaRasa. Pertunjukan ini merupakan salah satu komunitas terpilih di program Ruang Kreatif: Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, sebuah program edukasi seni pertunjukan dari Galeri Indonesia Kaya yang mencangkup teori dan praktek dalam proses pembuatan seni pertunjukan.

Film live scoring Sebelum Tidur ini bercerita tentang persahabatan dua anak panti asuhan, Sinchan (diperankan oleh M. Iqbal Sulaiman, 12 tahun) dan Abyan (diperankan oleh Sinyo Syamsurizal, 12 tahun) yang berusaha menyelamatkan persahabatan dan panti asuhannya yang mengalami krisis dan terancam terpecah juga terpisah. Mereka yang juga merupakan dua orang pemimpi, dihadapkan dengan pilihan untuk tetap tinggal di tempat mereka tumbuh atau berkelana ke tempat lain demi mewujudkan mimpi.

“Film karya LogikaRasa ini memberikan cara baru untuk menikmati sebuah film. Dengan menampilkan live scoring yang terdiri dari piano, bass, drum, violin, viola, dan flute, penikmat seni yang menonton merasa menjadi bagian dari petualangan dua sahabat Sinchan dan Abyan. Pertunjukan ini menggabungkan unsur film, musik, dan pertunjukan panggung yang dijalin dengan amat baik oleh LogikaRasa. Sudah selayaknya kita mendukung komunitas yang mengusung budaya literasi dan cerita dalam berbagai karyanya ini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

LogikaRasa adalah komunitas pencerita yang berbasiskan media daring (www.logikarasa.com). Berdiri di Jakarta pada tanggal 18 Mei 2014, diawali dengan lahirnya karya buku berjudul (Tak) Percaya Cinta yang berisikan kumpulan cerpen dengan dua sisi kontradiktif tentang percaya dan tak percaya cinta. Buku tersebut mengantarkan ide untuk dua orang penulis buku (Tak) Percaya Cinta dalam memperluas semangat berkarya dan berkolaborasi.

Dalam proses berkarya, LogikaRasa yang mengusung budaya literasi dan cerita, kerap berkolaborasi dalam penciptaan berbagai karyanya. Selain media tulisan (baik buku maupun digital), media seperti lagu, film pendek, dan video klip merupakan media karya cipta lainnya yang dilahirkan oleh teman-teman yang tergabung dalam LogikaRasa.

“LogikaRasa awalnya dibentuk oleh rasa cinta kami akan dunia menulis dan berbagi cerita. Setelah kurang lebih dua tahun berjalan, LogikaRasa memiliki ratusan penulis yang kami sebut dengan ‘Pencerita’ dengan ribuan cerita di dalamnya. Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus membangun ekosistem kreatif melalui cerita dengan menggunakan berbagai medium bentuk karya dan mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu yang digunakan dalam bercerita.

Ruang Kreatif telah memberikan kesempatan bagi kami untuk berkarya di luar zona nyaman yang biasa kami lakukan, ini adalah momen di mana semangat berkreativitas menjadi ujung tombak demi mewujudkan karya ini. Dan untuk pertama kalinya kami bercerita dengan berkolaborasi dengan banyak sekali pihak. Semoga ini menjadi langkah baik untuk kami agar kedepannya dapat berkarya secara konsisten dan mampu mewujudkan banyak ide yang menarik untuk disuguhkan kepada para penikmat seni," ujar Muthia Zahra Feriani yang merupakan founder dalam komunitas ini.

Selain film live scoring Sebelum Tidur oleh LogikaRasa ini, beragam pertunjukan karya kreator muda yang terpilih melalui program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang digelar sepanjang Maret 2017. Program ini merupakan program edukasi seni pertunjukan yang mencakup teori dan praktek dalam proses pembuatan seni pertunjukan yang didampingi oleh tiga orang mentor yaitu Yudi Ahmad Tajuddin, Eko Supriyanto dan Garin Nugroho. Untuk Sabtu - Minggu tangal 1 dan 2 April  djadwalkan tampil KitaPoleng dengan judul KUKUSAN PAON dan Solo Dance Studio yang mementaskan RENDEZVOUS.