Sebuah fakta Mengejutkan, "Selfie" Pertanda Seseorang Kesepian

30-03-2017 03:03:51 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Meski sudah dilakukan sejak munculnya kamera boks Kodak Brownie pada tahun 1900.  Istilah mengabadikan gambar diri sendiri dengan kamera atau selfie mulai populer pada 2012-2013, bahkan kata selfie secara resmi tercantum dalam Oxford English Dictionary versi daring, dan bulan November 2013, Oxford Dictionary menobatkan kata ini sebagai Word of the Year tahun 2013, menyatakan bahwa kata ini berasal dari Australia.

Bicara tentang 'selfie', ada sebuah penelitian yang menyatakan sebuah fakta mengejutkan terkait selfie. Penelitian yang dilakukan di National Institue of Development Administration di Bangkok ini menyebutkan jika mereka yang suka berselfie ria cederung mengalami kesepian. Dr. Peerayuth Charoensukmongkol melakukan penelitian dengan mempelajari kebiasaan 300 siswa dalam melakukan selfie. Para siswa ini sendiri memiliki rentang usia 21 hingga 24 tahun dan berjenis kelamin wanita.

Hasilnya adalah, para partisipan cenderung menghabiskan lebih dari sebagian waktu untuk bermain dengan ponselnya baik itu untuk menikmati internet atau memainkan fitur menud pada ponsel. Yang menarik adalah, mereka yang kerap memakai sosial media juga menunjukkan keinginan besar untuk melakukan selfie. Analisis peneliti juga menunjukkan keinginan selfie berbanding lurus dengan penggunaan sosial media.

Peneliti utama Dr Peerayuth Charoensukmongkol, mengatakan bahwa laki-laki ataupun perempuan yang cenderung kesepian menggunakan selfie untuk mencari pengakuan dari orang lain. Tak hanya narsis, orang yang rajin selfie dan mengunggahnya di media sosial juga cenderung mengalami gangguan psikologis dan memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang lain di sekitarnya.

Sementara penelitian lain yang dilakukan oleh Yu Chen dan timnya dari University of California menyimpulkan, selfie dianggap sebagai hal yang mampu meningkatkan mood seseorang, menambah rasa keterikatan antara sanak saudara atau teman, hingga meringankan stres dan tekanan dari seseorang, khususnya bagi mahasiswa yang banyak berjuang sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya.