Bong Chandra Salah Satu Motivator Muda yang Sukses Dalam Bisnis

29-03-2017 11:03:23 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Bong Chandra adalah seorang pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer asal Indonesia yang lahir di Jakarta, 25 Oktober 1987, yang sekarang telah berumur 29 tahun. Ia mendapatkan gelar sebagai motivator termuda se-Asia,  yakni ketika berusia 23 tahun Dia sering mengadakan acara seminar motivasi di berbagai kota, khususnya di Indonesia. Dia juga menulis buku motivasi berjudul ”Unlimited Wealth”. Dia mengaku sengaja tidak menyelesaikan kuliahnya untuk memfokuskan diri sebagai pembicara dan motivator.

Kesuksesan ini tak diraih dengan mudah, Bong harus menempa dirinya dengan kerja keras. Saat usianya menginjak 18 tahun, Bong lebih memilih turut serta membangun bisnis ketimbang bersenang-senang seperti remaja seusianya. Kerja keras bong dimulai sejak krisis 1998. Bencana itu membuat bisnis ayahnya terampas. Pabrik kue milik ayahnya terancam gulung tikar.

Bong, yang kala itu berusia 11 tahun, berempati atas terpuruknya ekonomi keluarga. Kebutuhan sekolah diusahakan sendiri. Contohnya ia lebih memilih kertas bekas dan memfoto kopi buku pelajaran milik temannya ketimbang membeli baru. Beberapa alat tulis juga dibuatnya sendiri. “Saya menggunakan karet gelang untuk penghapus,” tuturnya. Bong waktu kecil juga pernah menjual sisa potongan kue di pabrik ayahnya ke sekolah, semula ia gengsi dan minder karena penyakit asma, yang membuat tubuhnya ringkih, sehingga kerap dicemooh oleh rekannya. Namun motivasi dia bertahan hidup lebih besar. Bong malah makin giat mengembangkan usaha. “Saya menjual parfum dan VCD (cakram padat)” tuturnya.

Saat masuk SMA, ia bersama seorang temannya nekat berbelanja pakaian ke Bandung meski tak punya duit. “Modalnya kepercayaan”, katanya. Pagi hari mereka berangkat, sore kembali ke Jakarta dengan membawa setumpuk baju yang siap dijual. Bong membuka lapaknya di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya.

Bong sadar motivasi perlu dipertahankan karena cemoohan berpotensi mengendurkan semangatnya. Apalagi rekannya kerap menyindir Bong. Tapi ia berkukuh. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat. Bong pun gemar membaca buku motivator dunia, seperti Donald Trump. Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia pun mulai menasihati temannya yang patah semangat.

Ia makin yakin akan kualitas bakatnya memotivasi orang. Bersama lima rekannya, Bong membuat event organizer untuk pelatihan motivasi. Awalnya Bong diminta mencarikan investor pembangunan properti seluas 5,1 hektare di Ciledug, Tangerang. Meski gagal, rekannya tak kecewa. Ia justru diminta bergabung menjalankan bisnis ini. Akhirnya Bong dan dua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar sejak Januari lalu.

Keberuntungannya terus bergulir. Pelan-pelan banyak tawaran mengajaknya berbisnis bersama. Setelah tidak kuliah, satu-satunya pilihan Bong adalah menjadi motivator yang sukses. Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong menyebut dirinya sebagai pribadi yang tertutup. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak.