Hati-Hati, Tanda-Tanda Gangguan Jiwa Ini Mungkin Kita Alami

22-03-2017 08:03:06 By Ganest Afliant
img

 JakartaVenue | Tak pernah terpikir kita yang merasa sehat-sehat saja ternyata tak seperti yang dikira. Diluar dugaan kebiasaan sehari-hari yang menurut kita adalah hal biasa, pada kenyataannya termasuk didalam tanda-tanda gangguan mental. Kita dalam kondisi sadar dan mampu berpikir dengan baik rupanya bukan jaminan kita akan mempunyai jiwa atau mental yang sehat pula.

Mengapa demikian…karena ada hal-hal yang menjadi kebiasaan atau watak kita secara tidak sadar termasuk dalam salah satu tanda-tanda ganguan jiwa. Apa saja sih tanda-tanda tersebut? Sangat perlu untuk kita ketahui agar dapat mengubah kebiasaan tersebut dari dalam diri kita sendiri agar kondisi tersebut tidak menjadi hal yang serius. Berikut tanda-tanda gangguan jiwa yang mungkin ada pada diri kita:

Paranoid Atau Rasa Takut yang Berlebihan

Memang pada diri setiap manusia memiliki rasa takut, itu merupakan hal yang wajar. Namun lain hal dengan orang yang memiliki rasa takut berlebihan atau paranoid. Takut disini bukanlah takut terhadap setan atau sosok mengerikan lainnya, tetapi takut disini adalah ketidakpercayaan kepada orang lain, curiga yang berlebihan dengan orang dan selalu berprasangka buruk bahwa orang di sekitar mempunyai niat jahat terhadap dirinya.

Orang yang mengalami paranoid sulit untuk mempercayai orang lain, cenderung menyalahkan orang lain walaupun kesalahan ada pada dirinya juga kerap menyimpan dendam. Dalam hal asmara, penderita paranoid adalah seorang yang pencemburu, tanpa alasan mempertanyakan kesetiaan kekasih atau pasangan.

Perfeksionis yang Berlebihan

Ingin serba sempurna tanpa ada kesalahan dalam mengerjakan segala hal mungkin merupakan hal yang dianggap positif di lingkungan kerja ataupun masyarakat. Perfeksionis ternyata bisa menjadi salah satu gangguan kepribadian yang biasa disebut obsessive compulsive. Dimana orang yang mengalami gangguan ini terlalu fokus akankesempurnan, sehingga terjebak dalam hal yang detail namun kehilangan gambaran yang lebih besar atau bahkan mempengaruhi produktivitas mereka.

Ciri lainnya adalah mereka menetapkan standar yang tinggi tapi tidak masuk akal bagi dirinya ataupun orang lain, sulit untuk bekerja dengan tim dan sulit memaafkan jika ada orang lain melakukan kesalahan serta juga sulit mempercayai oang lain.

Suka Bermalas-Malasan

Kondisi seperti ini pasti pernah dialami semua orang, dimana kita menemukan situasi yang membuat kita malas untuk melakukan aktivitas apapun dan itu adalah sifat alami manusia. Tapi terlalu sering malas justru menjadi salah satu tanda gangguan mental. Rasa malas itu timbul karena hilangnya motivasi seseorang untuk mengerjakan sesuatu hal. Jika hal tersebut berlanjut maka akan merusak kinerja dalam berbagai aspek.

Ciri malas yang merujuk ke gangguan mental lainnya adalah yang bisa tidak disiplin, menolak tugas, suka menunda sesuatu, menghindarkan diri dari kewajiban. Karena rasa malas, seseorang sering tidak produktif ataua mengalami kebuntuan, semangat dan gairah menurun, badan terasa lesu. Jika hal tersebut terus dibiarkan bisa menjadi suatu penyakit yang kronis.

Tergantung Mood atau Moddy-an

Tergantung mood biasa disebut moody-an atau sering berubahnya suasana hati yang biasa dialami ternyata adalah suatu tanda bahwa kita mengalami gangguan kepribadian. Biasa terjadi pada wanita yang kerap dijadikan senjata agar dirinya mendapat pemakluman.

sebutan ilmiah untuk gangguan kepribadian ini adalah Borderline personality. Merupakan adanya ketidakstabilan dalam suatu hubungan, mood, dan citra diri (self-image). Borderline yaitu ambang, dikatakan ambang karena memang diketahui para penderitanya berada pada “ambang” psikosis, penderita gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi yang mereka miliki. Biasanya ini terjadi justru di atas usia 18 tahun.

Sering Insomnia Harus Waspada, Mungkin Mengalami PTSD

Apa itu PTSD… Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah salah satu gangguan kejiwaan yang bisa membuat sifat seseorang berubah drastis dalam waktu singkat atau dalam kurun waktu yang cukup lama dari kejadian yang membuatnya trauma. Kondisi tersebut dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami seseorang seperti kecelakaan, bencana alam, tindak kejahatan, ditinggal meninggal orang tersayang.

Gangguan kejiwaan ini memiliki gejala adalah selalu mengingat kejadian yang mengerikan atau mimpi buruk tentang kejadian tersebut. Kecenderungan menghindari lokasi, orang atau apapun yang mengingatkan dia dengan kejadian tersebut.