Nike Ardilla Never Die

21-03-2017 01:03:03 By Addo Richard
img

JakartaVenue | 22 tahun lalu tepatnya 19 Maret 1995 silam, duka mendalam dirasakan industri musik tanah air mengingat salah satu seniman terbaik Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau yang lebih dikenal dengan Nike Ardila meninggal dunia karena kecelakan tunggal di jalan Raden Eddy Martadinata ketika mobil Honda Civic yang dikendarainya menghantam beton.

Nike Ardilla lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 1975 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 19 Maret 1995 pada umur 19 tahu, Nike  adalah seorang penyanyi, pemeran, dan model berkebangsaan Indonesia. Semenjak album perdana dirilis di penghujung 1989, nama Nike Ardilla masuk kejajaran artis papan atas dan diperhitungkan. Deni Sabri Management memang mempersiapkan Nike Ardilla untuk menjadi artis multi talenta, awal pembentukan Nike Ardilla menjadi artis memang disiapkan untuk menggantikan Cut Irna yang terkenal sebagai model, Meriam Bellina bintang film papan atas, dan diva rock '80-an Nicky Astria.

Dilanjutkan dengan terpilihnya Nike Ardilla sabagai GADIS Sampul Favorit di ajang model yang sangat bergengsi. Jadwal konsernya setiap tahun penuh, tampil di acara-acara selebritas dan ajang penghargaan, membintangi beberapa film box office, bintang iklan, tampil di sampul majalah, dan sebagainya. Mungkin karier Nike Ardilla terbilang singkat (1988-1995), hanya 6 tahun. Tapi dalam waktu singkat tersebut kariernya begitu cemerlang.

Tidak hanya di bidang musik saja Nike berkiprah, industri film tanah air pun tidak mau ketinggalan menggunakan Nike Ardilla sebagai pemeran utama di film-filmnya. Puluhan film box office dihasilkan Nike, bahkan film daerah paling laris, Kabayan, yang di bintangi Paramitha Rusady sebagai tokoh wanita utamanya, digantikan oleh Nike Ardilla. Nike juga sempat tampil di salah satu sinetron dengan rating tinggi arahan sutradara Putu Wijaya yang berjudul None, juga bersama Paramitha Rusady. Puluhan iklan pun telah dihasilkan Nike Ardilla.

Ia meninggal dunia di saat popularitasnya sedang memuncak. Meski sudah wafat Namun Nike Ardilla Masih produktif mengeluarkan album, meskipun albumnya masih sama, hanya berganti cover saja. Sukses luar biasa yang ditorehkan lewat album Bintang Kehidupan, Membuat Deddy Dores menerapkan formula yang sama untuk album selanjutnya Nyalakan Api. Bisa dibilang Lagu jagoan di album ini Nyalakan Api secara tema dan progres lagunya mirip lagu Bintang Kehidupan.

Hasilnya, album ini pun laris manis di pasaran dan terjual mencapai 1,7 juta keping. Album ini didukung oleh banyak musisi-musisi ternama di jamannya. Sebut saja Ikang Fawzi, Deddy Dhukun, Doddy Lesmana, Dommy Allen, Teddy Riady dan Wildan. Meskipun angka penjualannya tak sedahsyat album Bintang Kehidupan namun album ini tetap meraih BASF AWARD sebagai album pop rock terlaris 1991.

Meski telah tiada, namun karya-karya dari Nike Ardilla tetap hidup, khususnya di hati para penggemarnya. Untuk mengenang semua karyanya, pihak keluarga dan para penggemar menyulap rumah Nike di Soekarno-Hatta, Bandung pun disulap menjadi museum. Semua barang pribadi milik Nike Ardilla pun diletakkan di ruangan lantai dua. Dan di satu sisinya dibuat replika kamar Nike semasa hidupnya. Menurut Alan Yudhi, sang kakak, kamar itu dibuat mirip dengan aslinya, bahkan semua peralatan Nike berada di sana.