Melihat Rusaknya Surga Terumbu Karang Raja Ampat

21-03-2017 12:03:40 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Pesona keindahan laut Raja Ampat di sebelah Timur Indonesia menjadi daya tarik para wisatawan. Salah satu yang menjadi perhatian dan daya tarik wisatawan adalah keindahan terumbu karang di bawah laut Raja Ampat. Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Namun, pesona terumbu karang di Raja Ampat rusak akibat diterjang kapal pesiar MV Caledonian Sky yang kandas pada 4 Maret lalu. Luas kerusakan mencapai 1600 meter persegi. Perusakan terumbu karang melanggar UU No. 32/2009 dan oleh karena itu pemerintah Indonesia akan segera mengajukan gugatan pidana dan perdata ke perusahaan pemilik kapal. Pemerintah Indonesia saat ini masih mengevalusi besar kerusakan itu agar segara menentukan langkah restorasi dan rehabilitasi. Pemerintah Indonesia juga akan mengajukan gugatan ke perusahaan kapal Noble Caledonia dalam waktu dekat.

Hal ini tentu menjadi duka mendalam, khususnya industri pariwisata nasional, mengingat selama ini Raja Ampat menjadi idola wisata laut dunia yang berkontribusi meningkatkan devisa negara dari industri pariwisata. Manajer Penanganan Kasus dan Emergency Walhi Edo Rakhman menjelaskan, untuk merehabilitasi terumbu karang, dibutuhkan waktu puluhan tahun. Akankah surga karang di Raja Ampat kembali pulih.?