Benarkah Beauty and the Beast Tersendat Karena Karakter LGBT?

20-03-2017 09:03:58 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Setelah sempat ramai menjadi perbincangan saat film tersebut belum dirilis dan ketika dirilis pun menjadi kontroversi tak membuat film yang pernah menjadi populer pada versi animasi itu mengalami kemacetan dalam meraih prestasi.

Film yang diperankan Emma Watson dan Luke Evans tersebut sempat pula diprediksi oleh beberapa kalangan akan mengalami kesulitan untuk berprestasi karena kontroversi karakter penyuka sesama jenis dalam film tersebut. Pendapat tersebut cukup beralasan karena reaksi publik atas isu itu yang timbul di beberapa Negara, ada yang menunda, ada yang melarang, ada pula yang menyensor habis pada bagian adegan tersebut.

Namun ternyata prediksi akan kesulitan film live action Beauty and the Beast dalam meraih prestasi telah terjawab, karena ternyata publik menaruh perhatuan besar atas film yang telah ditunggu-tunggu selama ini. Ketika film tersebut tayang di bioskop-bioskop ternama dan sejak saat itu tak ada yang bisa menghentikan lompatan film Beauty and the Beast dalam berprestasi.

Menjadi salah satu film yang masuk dalam jajaran film Box Office di Amerika, Beauty and the Beast berhasil mengalahkan film Cinderella. Atas pretasinya tersebut film Beauty and the Beast diperkirakan akan sukses mendulang keuntungan US$ 170 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun. Yangn berarti jika itu terjadi akan melampaui film animasi legendaris, Dumbo dan The Lion King hingga Beauty and the Beast yang pada masa itu berhasil mengantongi pendapatan Rp 5,6 miliar di seluruh dunia.

Disney menyebut bahwa film Beauty and the Beast penuh dengan kenangan indah dan nostalgia serta membuat live action menjadi sangat populer. "Nostalgia adalah hal yang paling penting di Beauty and the Beast. Melihat film yang penuh kenangan ini dengan penggarapan yang tak biasa dan penuh kejutan. Rasanya sungguh menyenangkan," sebut Dave Hollis dari Disney.