Ternyata Mitos ‘Pamali’ Bukan Hanya di Indonesia Saja

20-03-2017 07:03:07 By Iwan Inkiriwang
img

JakartaVenue | Indonesia bukan hanya negara yang kaya dengan sumber alamnya, adat istiadat, dan kebudayaannya saja, melainkan juga kaya akan legenda, dongeng dan mitos-mitosnya. Berbicara soal mitos ini ada sebuah mitos yang mungkin JV Readers sudah sering dengar, yaitu “Pamali”. Di Indonesia sendiri saja ada beberapa daerah yang masih beranggapan dan memegang teguh akan hal ini. Sebut saja hampir seluruh tanah Jawa, sebagian Sumatera dan beberapa daerah lainnya.

Tetapi rupanya mitos pamali ini bukan hanya di Indonesia saja, ada beberapa negara juga memiliki mitos serupa dalam masyarakat mereka. Biar JV Readers nggak penasaran, yuk kita lihat negara mana saja sih yang juga punya mitos pamali ini.

Pamali bagi warga Rusia dan Norwegia bila bersiul didalam rumah pada siang hari

Bersiul adalah hal yang sebenarnya wajar-wajar saja, karena biasanya orang yang bersiul-siul menandakan bahwa perasaanya sedang senang. Tetapi di Rusia bila seseorang bersiul-siul pada siang hari dan didalam rumah menurut anggapan warga sana tidaklah baik. Menurut warga negeri beruang putih ini bila seseorang bersiul didalam rumah pada siang hari, maka siap-siap untuk menghadapi  masalah ekonomi. Berbeda lagi dengan warga di Norwegia yang ketahuan bila bersiul pada siang hari maka diyakini akan turun hujan.

Memotong kuku jangan malam hari, pamali bagi warga Jepang dan India!

Di India selain memotong kuku pada malam hari akan membawa kesialan, juga pada hari-hari tertentu seperti Selasa dan Sabtu. Keramas dan memotong rambutpun ditabukan pada hari Kamis dan Sabtu. Sedangkan di Jepang, warganya percaya bahwa bila memotong kuku pada malam hari dapat menimbulkan kematian. Usut punya usut, ternyata hal ini dikhawatirkan karena jaman dahulu kala warga Jepang memotong kuku memakai bambu.

Vietnam melarang para murid memakan pisang sebelum ujian

Sekolah-sekolah di Vietnam melarang murid-muridnya makan makanan tertentu sebelum selesai ujian, salah satunya memakan pisang. Pisang adalah buah yang licin, dimana kata licin dalam bahasa Vietnam bermakna kegagalan.

Pada saat pergantian tahun di Spanyol orang harus makan 12 anggur dalam 12 detik

Bila setiap merayakan malam tahun baru yang biasanya dilakukan orang adalah menyalakan kembang api, di Spanyol bukan hanya kembang api saja. Ada sebuah tradisi warga Spanyol selain memasang kembang api, yaitu setiap orang harus menghabiskan 12 buah anggur dalam 12 detik. Bila seseorang tidak dapat melakukan hal ini, diyakini bahwa sepanjang  tahun orang tersebut akan ditimpa kemalangan/bencana.

Selain angka 13, beberapa gedung di China liftnya tidak ada angka 4-nya

Bila dibanyak tempat di dunia meyakini angka 13 sebagai angka sial, sehingga jarang digunakan orang. Di China selain angka 13 ada beberapa gedung yang mempunyai lift tanpa mencantumkan angka 4 sebagai petunjuk lantai. Menurut kabarnya angka empat juga dipercaya sebagai angka pembawa sial, selain angka 13.

 Nah itulah beberapa negara dengan mitos-mitos pamali-nya (dikutip dari hipwee.com), seperti di Indonesia ini. Bagaimana dengan JV Readers sekalian, apakah ada yang masih percaya dengan mitos?