Ikan Cupang Hias Sebagai Obat Stress Mujarab

18-03-2017 04:03:45 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, Cupang (betta sp) cukup banyak digemari sebagai salah satu hewan piaraan. Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (airator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.

Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli, salah satunya adalah betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Kali ini, kita akan melihat salah satunya yakni cupang hias. Ikan cupang hias adalah kelompok ikan cupang yang paling banyak dipelihara oleh para pecinta ikan hias. Hal tersebut disebabkan karena kelompok ikan cupang ini mempunyai keindahan warna dan sirip ekor. Hal ini tidak ditemukan dalam kelompok ikan cupang aduan ataupun ikan cupang liar.

Cupang hias dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Halfmoon(setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.
  • Crowntail (ekor mahkota) atau serit
  • Double tail (ekor ganda)
  • Plakat Halfmoon
  • Giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm

Ikan cupang harus diberikan pakan secara teratur, air di akuariumnya pun perlu diganti, serta memastikan ikan-ikan peliharaan dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Pakan yang paling baik untuk ikan cupang yaitu pakan alami berupa kutu air. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari setiap pagi dan sore dengan dosis yang secukupnya.

Penggantian air dilakukan setiap hari atau paling tidak tiga hari sekali dengan hanya mengganti separuh dari total volume akuarium. Keterlambatan dalam mengganti air di akuarium bisa memicu timbulnya penyakit

So, bagi kalian yang sedang merencanakan memiliki hewan piaraan, cupang hias bisa menjadi pilihan yang tepat. Dari sejumlah penelitian, memelihara dan memperhatikan ikan di aquarium dapat mengurangi stress dan relaks setelah seharian beraktifitas.