1 Tahun Berlalu, Teater Gandrik Hadirkan HAKIM SARMIN

17-03-2017 11:03:15 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Teater Gandrik kembali menyapa penonton seni pertunjukan Indonesia dalam lakon HAKIM SARMIN, setelah Dramatic Reading ORDE TABUNG 1 tahun lalu. Lakon kali ini terasa spesial, bukan saja karena aspek penggarapannya yang menyisipkan dialog dengan lantunan-lantunan lagu (bukan ikut-ikutan Drama Musikal), namun juga karena isu yang dibawakannya begitu kontekstual. Maka, kami berani mengatakan bahwa lakon ini ciamik juga ditonton oleh para polisi, jaksa, pengacara, dan terutama HAKIM .

Lakon ini mengisahkan sebuah jaman, ketika keadilan dan kegilaan tak lagi bisa dibedakan. “Kegilaan dimulai dari pikiran,” begitu kata Hakim Sarmin. Sementara Dokter Menawi Diparani dianggap tak lagi bisa mengendalikan para hakim yang menjadi pasien di Rumah Sakit Jiwa yang dipimpinnya, ketika para hakim itu mulai menggerakkan “Revolusi Keadilan”. Dengan gayanya, Hakim Sarmin berkata, “Revolusi selalu diawali oleh mereka yang gila.”

Lakon yang membongkar kegilaan masyarakat di tengah carut-marut hukum ini akan menjadi lakon yang kocak dan penuh satir ketika dimainkan oleh Teater Gandrik. Guyonan dan pengadegan gaya Teater Gandrik, akan membuat lakon Hakim Sarmin ini menjadi tak sekadar penuh tawa, tetapi juga ironi yang membuat kita (dipaksa) memikirkan kembali kewarasan kita.

“Inilah zaman ketika kegilaan sudah menjadi trend,” kata Sang Hakim Sarmin. “Kalau tidak gila malah dianggap jadul, kurang gaul.” Karena itulah Hakim Sarmin berpinsip, meski pun langit runtuh, kegilaan harus ditegakkan.

Lakon Hakim Sarmin dipentaskan dengan latar belakang suasana yang ganjil: ketika semua hakim memilih masuk “Rumah Sakit Jiwa”. Para hakim yang tak mau masuk Pusat Rehabilitasi, kemudian dikabarkan mati terbunuh -- mayatnya dibuang ke lubang buaya. Isu pembersihan hakim-hakim pun menebarkan kecemasan. Dikatakan oleh Dokter Menawi Diparani, yang menjadi pimpinan di Pusat Rehabilitasi, telah terjadi wabah kegilaan yang berbahaya karena sulit dikenali gejala-gejalanya. Kegilaan dengan cepat menjalar, lebih menakutkan dari wabah sampar.

Pementasan “HAKIM SARMIN” digelar di dua kota yaitu Yogyakarta pada 29 – 30 Maret 2017 Jam 20.00 WIB. Bertempat di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta dengan HTM: PLATINUM (Rp.200.000), VVIP (Rp.150.000), VIP (Rp.100.000), LESEHAN (Rp.75.000), FESTIVAL (Rp.50.000), FESTIVAL II (Rp.45.000).

Informasi & Reservasi Tiket: www.tiketku.id/ 0856 4243 3555/ 0878 3883 5758

Sedangkan di Jakarta dijadwalkan pada 5 – 6 April 2017 Jam 20.00 WIB di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki,  Jl Cikini Raya 73 Jakarta Pusat. HTM: PLATINUM Rp. 500.000, VVIP Rp. 300.000, VIP Rp. 200.000 BALKON Rp. 100.000

Informasi & Reservasi Tiket : Kayan Production & Communications

083899715725 / 085693427788 / 081311630001 / 0895372014902