Waspada Fenomena Equinox, 21 Maret Posisi Matahari Mendekati Indonesia

16-03-2017 02:03:00 By Addo Richard
img

Jakartavenue | Sebagai negara yang ada di garis khatulistiwa, Indonesia akan terkena dampak "Equinox" sebuah fenomena astronomi di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa yang berindikasi terhadap meningkatnya suhu panas matahari. Fenomena tersebut secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada 21 Maret dan 23 September. 

Pada Maret, sering disebut sebagai Spring Equinox (Equinox musim semi), terjadi saat peralihan dari musim dingin ke musim panas di daerah beriklim subtropis.Sedang pada September, disebut pula Autumn Equinox (Equinox musim gugur), terjadi saat peralihan dari musim panas ke musim dingin.

Terkait Equinox, banyak rumor yang beredar melalui broadcast message yang mengatakan bahwa fenomena tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stroke. Bahkan, disebutkan juga bahwa heat stroke tak memiliki indikasi, dan setelah pingsan dapat menyebabkan kegagalan organ dalam.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, mengingat Fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, termasuk di Indonesia yang beriklim tropis.Adapun rata-rata suhu maksimal bisa mencapai 32-36 Celcius dan di Indonesia rata-rata belum pernah mencapai 40 derejat celcius.

Sementara itu, BMKG Pusat dalam rilisnya menyebutkan secara umum cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba. Equinox bukan merupakan fenomena seperti heat wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

Sumber: berbagai sumber