Mulai Dari Jembatan Hingga Pengrajin Payung, Begini Asiknya Motret di Tasik

14-03-2017 11:03:25 By Ganest Afliant
img

JakartaVenue | Siapa yang tak kenal Kota Tasikmalaya? Tasikmalaya adalah sebuah kota di Jawa Barat yang letaknya 106 km sebelah timur kota Bandung. Walau baru ditetapkan sebagai kota pada tanggal 21 Juni 2001, namun Tasikmalaya merupakan kota dengan potensi wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi.

Khususnya untuk pengemar fotografi. Bagi Anda yang mempunyai hobi melukis dengan cahaya ini, tak salah jika membidik Tasikmalaya sebagai destinasi hunting. Pasalnya, kota priangan ini mempunyai banyak lokasi hunting foto yang menarik.

Dari sekian banyak daftar tempat foto asik di Tasik, ada 3 tempat yang masuk dalam urutan teratas. Yakni, Jembatan Cirahong, Kampung Naga dan Desa Panyingkiran, Indihiang Kota Tasikmalaya. Dimata penggemar fotografi ketiga lokasi ini mempunyai keunikan tersendiri.

Jembatan Cirahong misalnya,  letaknya di Desa Manonjaya, Tasikmalaya. Di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Ciamis, Jawa Barat. Jembatan ini dibangun pada zaman penjajahan Belanda, atau tepatnya pada 1893. Di atas jembatan, terdapat rel kereta api jurusan Bandung-Surabaya. Hingga kini, jalur tersebut masih aktif.

Bagian atas jembatan berfungsi untuk lalu lintas kereta api, sedangkan bagian bawah ( Tengah ) jembatan berfungsi untuk lalu lintas kendaraan mobil dan sepeda motor, termasuk pejalan kaki. Namun kendaraan yang melintas harus bergantian masuk, karena ukuran jembatan yang sempit.

Kampung Naga. Kenapa disebut Kampung Naga? Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan hewan mitos naga tetapi memang nama sebutan saja.Kampung Naga ini terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Yang unik letak kampung ini yang berada di lembah. Tidak hanya itu Kampung Naga ini ternyata masih mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang mereka jaga sejak dahulu.


Desa pengrajin payung geulis, adalah satu diantara banyaknya hasil kerajinan kota Tasikmalaya. Sayangnya, keberadaannya Payung Geulis hampir punah. Padahal pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1926 Payung Geulis dipakai oleh none–none Belanda. Payung geulis yang terbuat dari bahan kertas dan kain mengalami masa kejayaan pada era 1955 sampai 1968.

Nah, akhir pekan ini, mampir saja ke Tasikmalaya. Jika Anda berada di Jakarta sebagai ibu kota negara, maka selepas pulang kantor langsung arahkan perjalanan ke Tasikmalaya. Tak perlu pulang ke rumah dulu, pun tak perlu berkemas terlalu banyak. Istilah anak sekarang two day trip. (*)

Penulis : zarcrafter
Foto : zarcrafter