Selain Valentine, 14 Maret ada Hari Perayaan Kasih Sayang

12-03-2017 11:03:10 By Addo Richard
img

JakartaVenue | Hari kasih sayang atau populer disebut "Valentine's Day," yang jatuh setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya telah menjadi tradisi yang dirayakan oleh para pasangan diseluruh dunia, khususnya di negara Eropa yang menjadi asal muasal perayaan ini. Namun, di Jepang ada sebuah perayaan sejenis Valentine's Day yang bernama "White Day".

Sedikit berbeda dengan Valentine, pada perayaan White Day ini, setiap pria wajib memberikan hadiah kepada pasangan maupun setiap wanita yang dianggap penting dalam kehidupannya.  Hadiah berupa marshmallow atau permen diberikan sebagai balasan atas hadiah cokelat yang diterima pria sebulan sebelumnya pada Hari Valentine.

Pertama kali dirayakan tahun 1978 di Jepang, perayaan ini juga dirayakan di negara Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong (Asia Timur). Perayaan Hari Putih berawal dari strategi koperasi produsen permen Jepang yang ingin meningkatkan penjualan permen. Bahan baku permen adalah gula yang berwarna putih sehingga disebut Hari Putih. Ide perayaan diambil dari "Hari Marshmallow" yang merupakan acara promosi kue marshmallow merek Tsuru no Ko  yang diadakan pada tahun 1977 oleh toko kue Ishimuramanseido di kota Fukuoka.

Pada Hari Valentine, anak perempuan dan wanita di Jepang memiliki tradisi memberi hadiah cokelat kepada pria yang disenangi, teman sekolah, rekan kerja, pacar, ayah, atau suami. Pria yang menerima cokelat berkeinginan membalasnya, dan niat ini disambut pedagang permen di sekitar pertengahan tahun 1970-an dengan mencetuskan ide hadiah balasan berupa kue kering, marshmallow, atau permen.

Pada Hari Putih, anak laki-laki atau pria yang menerima baik honmei-choco "cokelat calon pemenang" maupun giri-choco "cokelat kewajiban" diharapkan untuk membalasnya dengan memberikan hadiah kepada si pemberi cokelat. Hadiah yang biasanya diberikan kepada wanita pada Hari Putih adalah kue kering, perhiasan, cokelat putih, pakaian dalam berwarna putih, dan marshmallow atau barang-barang yang dari segi harga dan kualitasnya lebih baik daripada coklat yang mereka terima.

Strategi penjualan permen sebagai "hadiah balasan" ternyata berhasil meningkatkan angka penjualan, sehingga koperasi produsen permen nasional wilayah Kanto menetapkan 14 Maret sebagai Hari Putih. Pada tahun 1978, koperasi produsen permen menciptakan slogan untuk Hari Putih sebagai "hari untuk mengirim permen".