Memperingati Hari Film Nasional "Merayakan Keberagaman Indonesia"

07-03-2017 09:03:32 By Iwan Inkiriwang
img

Jakartavenue | Setiap tanggal 30 Maret masyarakat insan perfilman Indonesia merayakan Hari Film Nasional (HFN). Untuk tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, Perum Perusahaan Film Negara (PFN), beserta beberapa mitra pendukung menyelenggarakan perayaan HFN sepanjang bulan Maret dengan berbagai kegiatan di sejumlah kota di Indonesia dan luar negeri yang mana melibatkan hampir seluruh pemangku kepentingan perfilman dan masyarakat luas.

Adapun tema yang diusung kali ini adalah "Merayakan Keberagaman Indonesia" dengan tujuan mengingatkan kembali posisi strategis film sebagai seni budaya populer yang paling besar pengaruhnya  dalam kehidupan masyarakat modern. "Film merupakan medium paling kuat untuk membangun budaya, edukasi, hiburan, dan propaganda..." tulis Edward Barneys (1891-1995), yang dikenal sebagai Bapak Propaganda Modern.

Menurut Edward ada empat alasan mengapa film dimasukan sebagai alat propaganda, yaitu:

  1. Mempengaruhi kehidupan secara langsung
  2.  Menyajikan informasi dan edukasi dengan fakta instan
  3.  Polpuler dan menarik bagi semua orang
  4.  Mudah dipahami

Menurut Sutradar Lasja F. Susatyo selaku Ketua Panitia Pelaksana HFN 2017,"Perayaan HFN 2017 diselenggarakan atas dasar dua momentum besar, yakni pencapaian rekor 36 juta lebih penonton film Indonesia di bioskop pada tahun 2016 lalu dan pembebasan investasi asing disemua sektor perfilman. Kedua hal inilah yang akan membawa perfilman Indonesia memasuki babak baru."

Sementara dalam sambutan persnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , Prof. Muhadjir Effendy, MAP mengatakam,"Melalui film-film yangm enarasikan tentang keberagaman masyarakat Indonesia diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat lebih mengapresiasi keberagaman dan merayakannya sebagai milik bersama."

Dalam perayaan HFN 2017 ini akan dilaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya dengan penayangan film-film bertema keberagaman  Indonesia di luar negeri, komunitas-komunitas film, jaringan bioskop, dan KRL Commuterline Jabodetabek, rangkaian diskusi, pitching pembuatan film di 10 destinasi wisata, pertemuan pembuat film dengan calon investor dalam Film Project Expo, dengan puncak acara di FILARTC (Film & Art Celebration).